Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
17 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
17 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
17 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
18 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
17 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
17 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Kepemimpinan AHY Solid, Tren Elektabilitas Demokrat Terus Naik

Kepemimpinan AHY Solid, Tren Elektabilitas Demokrat Terus Naik
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (Foto: Istimewa)
Selasa, 07 Desember 2021 12:51 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Hasil survei dua lembaga terkemuka menunjukkan tren elektabilitas Partai Demokrat cenderung terus naik, demikian pula dengan elektabilitas Ketua Umumnya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Ini tidak lepas dari kepemimpinan Partai Demokrat yang solid, serta mampu merangkul semua elemen masyarakat. Tren kenaikan ini tercermin dalam survei nasional yang dilakukan Indikator maupun Polmatrix, yang dirilis secara terpisah pada hari Minggu (5/12).

Survei Indikator menunjukkan tren elektabilitas Partai Demokrat terus naik dari 4,6% (Jan 2020), 5,6% (Sep 2020), 5,4% (Jan 2021), 7,5% (Apr 2021), 9% (Jul 2021) hingga 10% (Des 2021).

Dengan angka elektabilitas 10% tersebut, Partai Demokrat berada pada urutan keempat partai dengan elektabilitas tertinggi setelah PDI-P (26,4%), Gerindra (15,2%), dan hanya berselisih tipis dengan Golkar (10,6%) pada akhir tahun 2021 ini.

Survei Indikator diselenggarakan antara 2-6 November 2021, terhadap 2.020 responden dengan toleransi kesalahan 2,9% dan tingkat kepercayaan 95%.

Tren serupa ditunjukkan oleh survei nasional dari Polmatrix yang dirilis pada hari yang sama. Tren elektabilitas Partai Demokrat bergerak naik dari 3,8% (Mei 2020), 3,7% (Sep 2020), 7,5% (Des 2020), 8,1% (Apr 2021), 11,3% (Agt 2021) dan 9% (Des 2021).

Perolehan elektabilitas 9% ini mendudukkan Partai Demokrat dalam empat besar partai dengan elektabilitas tertinggi bersama PDI-P (15,8%), Gerindra (11%) dan hanya berselisih tipis dengan PKB (9,4%).

Tren ektabilitas Ketum AHY juga terus naik, dari 2,7% (Mei 2020), 2,5% (Sep 2020), 2,3% (Des 2020), 3,4% (Apr 2021), 4,5% (Agt 2021), dan 4,2% (Des 2021).

Survei Polmatrix diselenggarakan pada periode 21-30 November 2021 terhadap 2.000 responden dengan toleransi kesalahan 2,2% dan tingkat kepercayaan 95%.

Tren kenaikan survei ini, menurut Kepala Balitbang DPP Partai Demokrat Tomi Satryatomo, tidak lepas dari kemenangan AHY atas Moeldoko yang mencoba merebut Demokrat dari tangan AHY dengan cara inkonstitusional. "Ini bukan hanya menunjukkan AHY mampu mengikuti lika-liku hukum, tapi juga kemampuan politik AHY untuk merangkul elemen-elemen kekuasaan lainnya," ujar Tomi.

"Dukungan publik tidak perlu diragukan. Semua setuju bahwa tindakan Moeldoko keliru dan mencoreng demokrasi," jelas Tomi.

Tapi lanjut Tomi, saat ini publik tetap ada rasa khawatir, jangan-jangan oknum-oknum kekuasaan yang lain diam-diam membantu Moeldoko untuk merebut Demokrat. Disinilah kepemimpinan AHY yang sejatinya diuji. "Kemenangan AHY di ranah politik dan hukum inilah yang meyakinkan publik bahwa AHY memiliki kemampuan kepemimpinan yang menjanjikan, yang dibutuhkan untuk membawa bangsa ini menjadi lebih baik," tandasnya.

"Rakyat Indonesia memang menggandrungi persatuan tetapi rentan perpecahan, maka pemimpin yang merangkul semua elemen dan tetap tegas melawan ketidakbenaran seperti inilah yang dicari," jelas Tomi.

lebih lanjut, Tomi mengatakan, masyarakat punya prinsip cinta perdamaian dan lebih mencintai kemerdekaan. "Kita senang bersatu tetapi kalau penguasa ada yang menindas, maka rakyat melawan. Tidak semua penguasa suka menindas, ada juga yang baik. AHY menunjukkan kemampuan lobby politiknya untuk memilah antara melawan oknum penguasa yang menindas demokrasi seperti Moeldoko dan merangkul penguasa yang masih setia dan membela demokrasi," urainya.

Menurut Tomi, AHY berkeyakinan, tidak semua penguasa setuju dengan cara-cara Moeldoko. Dia mampu mengkapitalisasi komponen penguasa yang tidak setuju dengan cara Moeldoko ini.

"Saya kira kemampuan ini diapresiasi oleh publik, tercermin dari tren kenaikan yang konsisten dalam periode dua tahun dari dua lembaga yang berbeda ini. Insyaallah akan naik terus," tutup Tomi.***

wwwwww