Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
18 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
20 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
19 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
4
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
19 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
5
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
18 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
9 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  Olympic

Rumah Terdampak Semeru Dijarah, Isi Warung hingga Hewan Ternak

Rumah Terdampak Semeru Dijarah, Isi Warung hingga Hewan Ternak
Sejumlah orang memanfaatkan kekalutan di zona merah erupsi Semeru untuk berbuat jahat, yaitu menjarah barang yang sedang ditinggal. (Foto: CNN Indonesia/Farid).
Minggu, 12 Desember 2021 04:00 WIB

LUMAJANG - Sejumlah barang dan hewan ternak milik warga desa di sekitar kaki Gunung Semeru Lumajang, Jawa Timur, dijarah orang tak bertanggung jawab.

Terduga pencuri, memanfaatkan kondisi rumah yang kosong dan kampung yang sepi saat ditinggal penduduknya untuk mengungsi, pasca-erupsi Semeru.

Zainul, seorang relawan yang membantu penanganan para pengungsi di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro mengatakan kejadian pertama adalah hilangnya dua hewan ternak milik warga.

"Di Curah Kobokan ada warga yang kehilangan dua ekor kambingnya waktu mengungsi, tahu-tahu saat paginya sudah enggak ada," kata Zainul, Jumat (10/12).

Kejadian kedua adalah seorang pria tak dikenal menjarah barang-barang dagangan yang tertinggal di sejumlah warung dekat Jembatan Gladak Perak yang putus.

Aksi pria terpergok aparat keamanan dan relawan yang bertugas di sekitar lokasi. Ia kini tengah diamankan oleh pihak berwajib. "Ada juga yang menjarah warung sekitar Gladak Perak, ketahuan relawan sama TNI di sana," ucapnya.

Kasubdit Gasum Ditsamapta Polda Jawa Timur, AKBP David mengaku mengerahkan anggotanya untuk melakukan patroli di rumah-rumah warga terdampak.

Hal tersebut ia lakukan setelah menerima permohonan bantuan dari Polres Lumajang, untuk mengantisipasi adanya penjarahan. "Upaya ini untuk mengantisipasi adanya orang luar untuk tidak memanfaatkan musibah yang sedang terjadi," ucapnya.

Erupsi Semeru pada Sabtu (4/12) hingga kini telah menelan puluhan nyawa dan timbulkan sejumlah kerusakan. Komandan satuan tugas penanggulangan dampak awan panas dan guguran (Dansatgas) di Gunung Semeru, Irwan Subekti mengatakan total korban meninggal dunia karena erupsi Semeru menjadi 45 orang.

Sementara itu, Irwan menyebut, pihaknya masih mencari 9 orang yang dinyatakan hilang sampai saat ini. Terkait, jumlah pengungsi, pihaknya mencatat sebanyak 6.573 orang terpaksa masih harus mengungsi. Sebab, sampai saat ini, 2.970 unit rumah tak bisa ditinggali.

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Beladiri, Jawa Timur
wwwwww