Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
18 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
18 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
11 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
4
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
19 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
5
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
10 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
6
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
20 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Home  /  Berita  /  Nasional

Penerimaan Negara dari Alkes Hasil Penelitian BRIN Tembus Rp2,75 Triliun

Penerimaan Negara dari Alkes Hasil Penelitian BRIN Tembus Rp2,75 Triliun
Suasana webinar teknologi dalam Refleksi Akhir Tahun BRIN 2021, Senin Desember 2021. (foto: ist.)
Senin, 13 Desember 2021 14:30 WIB
JAKARTA - Kepala Organisasi Riset (OR) Ilmu Pengetahuan Teknik (IPT) Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Dr Agus Haryono mengungkapkan, negera menerima keuntungan yang lumayan dari produk alat kesehatan (Alkes) hasil penelitian BRIN. Hal tersebut Ia sampaikan dalam webinar Refleksi Akhir Tahun BRIN 2021, Senin (13/12/2021).

"Mencapai Rp2,75 triliun," kata Agus dalam webinar yang dipantau GoNEWS.co dari Jakarta.

Nilai tersebut didapat dari royalti sebesar 3 persen atas Alkes yang dikerjasamakan lisensinya dengan dunia industri sepanjang Juli 2020 - Maret 2021.

"Alat penghancur jarum suntik kita sudah lisensikan selama 10 tahun senilai Rp75 juta. Kemudian alat terapi oksigen beraliran tinggi ini kita lisensikan selama 5 tahun dengan royalti sebesar 3 persen dari penjualan setelah potongan PPN (pajak pertambahan nilai)" kata Agus.

Selain itu, imbalan kepada inventor juga mencapai angka yang luar biasa yakni Rp444 juta untuk penelitinya.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Nasional, SEA Games, DKI Jakarta
wwwwww