Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
19 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
19 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
19 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
19 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
19 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
18 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Indonesia Basketball League (IBL) 2022

Dewa United, Tim Bertabur Bintang

Dewa United, Tim Bertabur Bintang
Dewa United Surabaya. (Dok. iblindonesia)
Selasa, 14 Desember 2021 17:07 WIB
Penulis: Azhari Nasution
SURABAYA - Dewa United Surabaya yang mengakuisisi Louvre Surabaya dari Indonesia Baskeball League (IBL) bakal tampil dengan kekuatan baru. Dari komposisi pemain yang ada sekarang, Dewa United yang musim lalu masuk semifinal, akan ikut dalam perburuan gelar IBL 2022.

Sebutan "Tim Bertabur Bintang" memang layak disematkan untuk Dewa United. Sebab beberapa nama sudah jelas prestasinya, yaitu MVP atau pemain terbaik di liga. Sebut saja Xaverius Prawiro, Kaleb Ramot Gemilang, hingga Jamarr Andre Johnson.

Selain itu, mereka juga mendaratkan dua legiun asing, Dishon Lowery dan Darryl James Palmer. Ini juga bisa menjadi warna baru di tim Dewa United. Sebab, kalau melihat dua musim lalu, head coach Andika Supriadi Saputra memilih pemain yang sudah pernah tampil di liga. Kali ini kebalikannya, dia malah memilih pemain yang sama sekali belum pernah bermain di IBL.

Sementara itu, ada hal lain yang bisa menjadi rasa baru di Dewa United. Hal tersebut adalah semakin banyaknya bigman di tim tersebut. Karena sejatinya mereka bermasalah dengan sektor ini. Kalau kita melihat kembali perjalanan tim Dewa United di IBL Pertamax 2021, mereka punya masalah di paint area. Lutfianes Gunawan tidak cukup kuat ketika ditinggalkan Stefan Carsera di tengah musim. Sementara Jamarr juga tidak mampu kalau harus bertahan dan menyerang sama baiknya.

Dua musim lalu, saat mereka masih bernama Louvre Surabaya, ada Galank Gunawan. Center yang berpengalaman. Kali ini, di musim 2022 nanti, Dewa United akan didukung dua center yang bagus, yaitu Kristian Liem dan Herman Wewe. Liem merupakan center muda yang potensial, namun jarang mendapatkan kesempatan bermain, setelah cedera. Sementara Wewe adalah center berpengalaman yang pernah juara IBL 2016 bersama CLS Knights Surabaya.

Kalau dengan komposisi yang ada sekarang, jelas Dewa United tidak mau main-main lagi. Mereka diprediksi bakal meramaikan persaingan papan atas di liga musim depan. ***

wwwwww