Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
16 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
17 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
10 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
4
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
18 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
5
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
18 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
6
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
18 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Home  /  Berita  /  Olympic

Ikan Mati di Danau Maninjau Bertambah Sampai Ratusan Ton, Fenomena Apakaah Ini?

Ikan Mati di Danau Maninjau Bertambah Sampai Ratusan Ton, Fenomena Apakaah Ini?
Ribuan ikan mati di Danau Maninjau. (Foto: Istimewa)
Rabu, 15 Desember 2021 23:39 WIB

PADANG - Kejadian aneh bin mengejutkan terjadi di danau Maninjau, kematian ikan kini mencapai sampai ratusan ton. Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Agam, Rosva Deswira.

Ia mengatakan bahwa kematian ikan di Keramba Jaring Apung (KJA), Danau Maninjau, Kecamatan Tanjungraya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat bertambah menjadi 552 ton pada Selasa, 14 Desember 2021.

Menurutnya, sebelumnya ikan di danau vulkanik itu mati hanya 362 ton pada Senin kemarin. Namun, per hari selasa, ikan di danau tersebut mati dengan total 190 ton.

"Ikan mati ini bertambah di Nagari Koto Gadang Anam Koto sekitar 190 ton," ujarnya.

Dengan mengakumulasi semuanya, ia mengatakan bahwa saat ini jumlah ikan yang mati sudah sekitar 552 ton. "Jumlah ikan mati sekitar 552 ton," jelasnya.

Adapun kematian ikan tersebut menyebar di wilayah Nagari Tanjung sekitar 50 ton. Di sekitar Nagari Koto Kaciak ada kisaran 300 ton, dan masih banyak lagi tersebar di wilayah yang lainnya. Lebih jelas, ia pun menjelaskan bahwa kematian ikan tersebut adalah akibat dari berkurangnya oksigen di dalam danau.

Hal itu, kata dia, adalah akibat dari hujan yang disertai badai kencang di beberapa waktu yang lalu. "Kematian ikan akibat oksigen yang berkurang," jelasnya.

Dengan begitu, sebagian petani di wilayah tersebut dengan terpaksa melakukan panen dini guna menghindari kerugian yang lebih banyak.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:PON, Olympic, Voli, Sumatera Barat
wwwwww