Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
16 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
16 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
16 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
16 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
17 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
16 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Indonesia Basketball League (IBL) 2022

Lucky dan Hardianus, Saudara dan Rival

Lucky dan Hardianus, Saudara dan Rival
Lucky Abdi dan Hardianus..(Dok. iblindonesia)
Rabu, 15 Desember 2021 01:17 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Dalam satu keluarga ada dua atlet bolabasket profesional yang saling bersaing menjadi yang terbaik sangat menarik. Itulah yang terjadi pada Lakudu Family antara Lucky Abdi dan Hardianus.

Lucky dan Hardianus merupakan saudara. Hardianus sebagai kakak, semenetara Lucky adalah adik.

Profesi keduanya pun sama yakni pebasket profesional. Lucky bermain di Dewa United Surabaya, sementara Hardianus di Satria Muda Pertamina Jakarta.

Situasi itu membuat Lucky dan Hardianus tak jarang saling adu otot di lapangan. Namun, keduanya selalu menanggapi persaingan itu dengan biasa.

“Biasa saja,” ujar Lucky dan Hardianus kala ditanya mengenai rivalitas di antara keduanya.

Perjalanan karier kedua bersaudara tersebut juga cukup unik. Lucky dan Hardianus memulai dari tempat yang sama yakni Hangtuah.

Hardinus meniti karier bersama MUBA Hangtuah sebelum akhirnya menuai kesuksesan bersama Satria Muda Pertamina Jakarta. Hal yang sama juga terjadi pada Lucky yang menjadi bagian Hangtuah sebelum hijrah ke Dewa United Surabaya.

Berbicara prestasi, Hardianus memang lebih unggul. Label juara hingga tim nasional sudah diperoleh pebasket berusia 28 tahun itu.

Sementara Lucky masih berupaya mengejar sang kakak. Bersama Dewa United Surabaya, Lucky ingin merebut cincin juara pertamanya. ***

wwwwww