Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
17 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
15 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
6 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
6 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
6 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
6 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Home  /  Berita  /  Nasional

Legislator Golkar Sebut Pemerintah Cukup Gunakan 2 Vaksin Ini..

Legislator Golkar Sebut Pemerintah Cukup Gunakan 2 Vaksin Ini..
Ilustrasi vaksin Covid-19. (foto: ist./istockphoto)
Sabtu, 18 Desember 2021 13:02 WIB
BATANG - Wakil Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Melkiades Laka Lena menyatakan, pemerintah cukup menggunakan 2 jenis vaksin ini untuk melindungi kepentingan umat muslim Indonesia atas vaksin halal. Pesan ini Ia sampaikan melalui pernyataan tertulis yang diterima di Batang, Jawa Tengah, Sabtu (18/12/2021).

"Apabila pemerintah benar-banar mau mengoptimalkan penggunaan vaksin yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim, maka cukup menggunakan 2 merek ini," kata Melki merujuk pada Sinovac dan Zivifax.

Politisi Golkar itu beralasan, 2 merek Vaksin Covid-19 itu sudah mendapatkan sertifikat 100% halal dan bersih dari MUI dan sudah mendapatkan ijin EUA dari Badan POM RI serta sudah lulus uji klinis untuk dijadikan vaksin booster. Kedua vaksin ini juga sudah dapat diproduksi dalam negeri, Sinovac di Pabrik Biofarma dengan kapasitas 240 juta dosis per tahun dan Zifivax diproduksi di PT. Biotis Pharmaceuticas Indonesia dengan kapasitas produksi 360 juta dosis per tahun.

Selain menggunakan dua merek vaksin tersebut, menurut Melki, pemerintah juga sebaiknya memanfaatkan produksi dalam negeri vaksin nusantara dan vaksin merah putih untuk booster masyarakat Indonesia.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Nasional, Kriminal, SEA Games, Jawa Tengah
wwwwww