Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
13 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
13 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
13 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
4
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
13 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
13 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Golkar Ingin Gabung Poros PKB, Gus Jazil: Duduk Bareng Dulu!

Golkar Ingin Gabung Poros PKB, Gus Jazil: Duduk Bareng Dulu!
Ilustrasi PKB dan Golkar. (Foto: Istimewa)
Minggu, 19 Desember 2021 18:21 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wakil Ketua DPP PKB, Jazilul Fawaid angkat bicara terkait keinginan Partai Golkar bergabung dengan Koalisi PKB, PAN dan PPP.

Menurut Gus Jazil, sapaan akrab Jazilul Fawaid, PKB membuka pintu lebar-lebar bagi parpol manapun yang ingin bergabung termasuk Golkar. "Kami di PKB sangat terbuka dan welcome terhadap siapapun termasuk Partai Golkar," ujar Gus Jazil kepada GoNews.co, Minggu (19/12/2021).

Namun demikian tegas Gus Jazil, Golkar tidak bisa serta merta bergabung dengan membawa nama seseorang untuk diusung menjadi Capres 2024 mendatang.

"Kalau ujug-ujung mau gabung dengan kode sandi harus Capres dari mereka, ya repot. Harusnya kita duduk bersama dulu, kami (PKB) dengan PAN dan PPP misalnya punya gagasan dan visi misi, nah mereka juga harusnya beberkan dulu programnya," tukasnya.

"Jika gagasan, program serta visi misi kita sama atau minimal bisa dikolaborasikan, baru kita sama-sama tentukan siapa yang akan kita usung, jangan tiba-tiba ingin gabung terus bawa syarat tertentu," tegasnya.

Sebelumnya, Partai Golongan Karya (Golkar) mengaku tertarik untuk berkoalisi dengan poros partai Islam yang diwacanakan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). PKB sebelumnya mengajak Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Amanat Nasional (PAN) untuk membentuk poros alternatif pada Pilpres 2024.

Menurut Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia, saat ini memanglah masa di mana semua kekuatan politik menjajaki kemungkinan terbangunnya kerja sama menuju potensi koalisi di Pemilu Serentak 2024.

"Jadi sah-sah saja, dan memang dimungkinkan setiap parpol mencoba mengimplementasikan rencana-rencana politiknya. Termasuk PKB yang berkeinginan membentuk koalisi dengan partai Islam lainnya," ujar Doli kepada wartawan, Minggu (19/12/2021).

Doli pun menyatakan, Golkar siap membangun koalisi dengan partai-partai Islam tersebut. Sebagai partai tengah yang nasionalis-religius, kata dia, Golkar membuka kerja sama dengan kekuatan politik mana pun.

"Kami, Golkar pun, sebagai partai tengah, yang bercirikan partai politik nasionalis religius, juga sangat membuka diri untuk bisa bekerja sama dan dapat membangun koalisi dengan kekuatan politik manapun, apalagi dengan Partai-Partai Islam," kata Ketua Komisi II DPR RI ini.

Hanya saja, tambah Doli, mengenai calon presiden Golkar sudah memutuskan Ketua Umum Airlangga Hartarto sebagai calon presiden yang akan diusung. "(Tapi, red) Kami sudah putuskan bahwa capres kami adalah Pak Airlangga Hartarto," kata Doli.

Sebelumnya, ajakan poros PKB, PAN dan PPP itu tercetus dari Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid. Menurutnya, PKB akan bisa mengusung pasangan capres dan cawapres apabila bergabung dengan PAN dan PPP.***

wwwwww