Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
19 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
24 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
3
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
20 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
4
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
19 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
5
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
19 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Indonesia Basketball League (IBL) 2022

Tune up Games Jadi Ajang Uji Coba Klub

Tune up Games Jadi Ajang Uji Coba Klub
Laga tune up. (Dok. iblindonesia)
Senin, 20 Desember 2021 21:38 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Klub-klub peserta semakin intens menggelar tune up games di antara mereka menjelang Indonesia Basketball League (IBL) yang akan dimulai Januari 2022. Kali ini, manajemen mensyaratkan klub-klub untuk membuat tune up games lebih rapi.

"Tune up games adalah pertandingan uji coba yang diselenggarakan oleh klub secara rapi layaknya pertandingan resmi dalam periode 20 Desember 2021 hingga 5 Januari 2022," kata Direktur Utama IBL, Junas Miradiarsyah.

Tune up games bermanfaat sebagai pemanasan menjelang musim kompetisi dimulai.

Prosedur pelaksanaan tune up games diatur layaknya pertandingan resmi. "Memastikan seluruh personil klub yang terlibat bebas dari Covid-19 dengan bukti tes swab PCR atau antigen yang masih berlaku saat tune up games," tutur Junas.

Standar protokol kesehatan pun harus dilakukan sebelum melakukan tune up games dengan pemeriksaan suhu badan, scan barcode Peduli Lindungi, menyediakan fasiltas cuci tangan dan hand Sanitizer memadai, sterilisasi seluruh fasilitas lapangan dan perangkat pendukung serta memberi tanda agar tempat duduk berjarak.

"Klub-klub juga harus melaporkan hasil statistik pertandingan yang disertai dengan rekaman video pertandingan," paparn Junas. ***

wwwwww