Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
16 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
16 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
16 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
15 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
16 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
15 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Tiga Kali Jalani Operasi, Manajer Tim Angkat Besi Olimpide Rio 2016 Masih Gunakan Kursi Roda

Tiga Kali Jalani Operasi, Manajer Tim Angkat Besi Olimpide Rio 2016 Masih Gunakan Kursi Roda
Eko Yuli Irawan dan istri saat mengunjungi Alamsyah Wijaya.
Selasa, 21 Desember 2021 15:20 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Mantan Sekjen Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi, Berat dan Binaraga Seluruh Indonesia (PB PABBSI), Alamsyah Wijaya sudah lima bulan lebih tidak terlihat di Senayan. Biasanya, Alamsyah yang akrab dengan wartawan itu terlihat singgah di kantin Gelora Bung Karno (GBK) Senayan sehabis dari Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) maupun Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat.

Ternyata Alamsyah yang ikut berjasa mengorbitkan lifter angkat besi peraih empat medali Olimpiade berturut-turut, Eko Yuli Irawan sudah tidak bisa berjalan dan hanya berada di kursi roda. Padahal, Manajer Tim Angkat Besi Olimpiade Rio de Janeiro 2016 ini telah menjalani tiga kali operasi.

"Awalnya, ada luka di atas mata kaki kanan pada bulan Agustus 2021 lalu yang dicurigai karena diabetes. Sesudah serangkaian pemeriksaan di rumah sakit ternyata bukan karena diabetes tetapi karena lukanya sudah mengenai pembuluh darah dan jaringan syaraf sekitarnya yang mengakibatkan rasa nyeri luar biasa. Saya sudah menjalan tiga kali operasi dan berat badan saya yang tadinya 115kg menjadi 95kg. Sekarang menjalankan aktifitas di rumah menggunakan kursi roda saja," kata Alamsyah yang dihubungi Selasa (21/12/2021).

Meski sudah menjalani tiga kali operasi, kondisi Alamsyah masih belum pulih benar dan tetap menggunakan kursi roda. "Atas saran dokter bedah kardio vaskular harus dilakukan operasi pengangkatan jaringan luka tersebut. Saat ini, saya masih recovery dan mudah-mudahan sudah bisa normal Januari 2022," tambahnya.

Bersama Irwan Alwi. 

Dalam kondisi sakit, Alamsyah yang kini menjabat sebagai Sekjen Pengurus Pusat Persatuan Binaraga Fitnes Indonesia (PP PBFI) tetap menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Dia tetap mengontrol pelaksanaan cabang binaraga Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021. "Saya berterima kasih kepada teman-teman di PP PBFI yang telah memberikan perhatian dan memberikan bantuan," katanya.

Selama lima bulan tidak beraktifitas, Alamsyah yang berada di rumahnya mengaku sudah dikunjungi Ketua Umum PP PBFI, Irwan Alwi, pengurus PB PABSI dan Eko Yuli Irawan. "Saya berterima kasih kepada pak Irwan Alwi dan beberapa pengurus PB PABSI yang sempat berkunjung ke rumah untuk melihan kondisi saya. Begitu juga dengan Eko dan istri yang sudah dua kali datang," akunya. ***

wwwwww