Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
17 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
18 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
11 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
4
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
19 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
5
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
9 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
6
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
19 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Home  /  Berita  /  SEA Games

Satgas Respons Eks Menkes Siti Fadilah soal Dramatisasi Omicron di RI

Satgas Respons Eks Menkes Siti Fadilah soal Dramatisasi Omicron di RI
Mantan Menteri Kesehatan RI Siti Fadilah Supari. (Foto: Istimewa)
Rabu, 22 Desember 2021 17:41 WIB

JAKARTA - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 merespons pernyataan eks Menteri Kesehatan RI Siti Fadilah Supari yang menyebut bahwa penyebaran kasus varian SARS-CoV-2 B.1.1.529 atau varian Omicron didramatisasi sehingga membuat masyarakat takut.

Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19 Sonny Harry B. Harmadi menyatakan bahwa mutasi merupakan sifat alamiah dari sebuah virus yang memiliki karakteristik dan tingkat keparahan berbeda-beda.

Ia sekaligus menekankan bahwa tidak ada niat pemerintah menakuti warga terkait sifat penularan varian Omicron ini.

"Mana ada pemerintah ingin menakut-nakuti. Bahkan Bapak Presiden sendiri berpesan agar masyarakat tidak perlu panik, tidak perlu takut berlebihan. Namun harus waspada, dengan mematuhi protokol kesehatan Covid-19 dan segera ikut vaksinasi," kata Sonny, Rabu (22/12/2021).

Sonny sekaligus menegaskan bahwa pemerintah dalam kebijakannya selalu meminta saran dan pendapat dari para ahli kesehatan dan epidemiolog.

Seluruh kebijakan yang diterapkan saat ini diakuinya memang fleksibel lantaran menyesuaikan situasi dan kondisi perkembangan Covid-19 di Indonesia maupun secara global. Sonny kemudian meminta seluruh masyarakat untuk mengikuti anjuran pemerintah seperti selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan 5M dan juga menahan diri dari mobilitas.

"Pemerintah termasuk Satgas selalu menerapkan prinsip kehati-hatian dalam memutuskan kebijakan. Karena didasarkan pada analisis data, rekomendasi WHO, dan pandangan para pakar. Bukan hanya satu atau dua pakar, melainkan banyak pakar, jadi bukan opini satu atau dua orang saja," kata dia.

Siti Fadilah sebelumnya mengungkapkan bahwa varian Omicron hanya perkembangan dari virus lama dan hanya mutasi kecil.

Siti juga menyinggung terkait sifat Omicron yang lebih mudah menyebar dan menularkan, menurutnya apabila sebuah virus semakin mudah menyebar, maka keganasannya semakin kecil.

Terlebih, ia mengungkapkan mutasi kecil yang terjadi di virus Covid-19 tidak mengubah banyak dampak dari virus ini. "Kemudian didramatisasi itu kayaknya. Mati lho kalau ada Omicron," ujar Siti dalam wawancaranya bersama RealitaTV.

Sementara itu, sudah ada lima kasus positif virus corona varian omicron yang terdeteksi di Indonesia saat ini. Mereka yang terinfeksi antara lain petugas kebersihan Wisma Atlet Kemayoran, dan masing-masing WNI pelaku perjalanan dari Amerika Serikat dan Inggris.

Serta dua kasus tambahan pelaku perjalanan dari London, Inggris. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebelumnya mewanti-wanti masyarakat akan bahaya penularan Covid-19 varian Omicron yang sudah terdeteksi di Indonesia.

Budi mengatakan angka kasus Covid-19 varian Omicron di dunia naik delapan kali lipat dalam seminggu. Saat konferensi pers PPKM pekan lalu, jumlah kasus Covid-19 varian B.1.1.529 ini sebanyak 7.900 kasus dan meningkat menjadi 62.342 kasus hingga awal minggu ini.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, SEA Games, DKI Jakarta
wwwwww