Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Riko Simanjuntak Minta Maaf Kepada Fans PSS Sleman
Sepakbola
24 jam yang lalu
Riko Simanjuntak Minta Maaf Kepada Fans PSS Sleman
2
Alasan Bernando Tavares Tunjuk Yuran Fernandes Jadi Eksekutor
Sepakbola
24 jam yang lalu
Alasan Bernando Tavares Tunjuk Yuran Fernandes Jadi Eksekutor
3
Francisco Rivera Unjuk Kualitas Dalam Alirkan Bola dan Ambil Keputusan
Sepakbola
24 jam yang lalu
Francisco Rivera Unjuk Kualitas Dalam Alirkan Bola dan Ambil Keputusan
4
Sesi Terakhir Wirasena Youth Camp 2026: Peserta Tulis Komitmen Nyata sebagai Penggerak
Kemenpora
23 jam yang lalu
Sesi Terakhir Wirasena Youth Camp 2026: Peserta Tulis Komitmen Nyata sebagai Penggerak
Home  /  Berita  /  Nasional

NU Disebut Rusak sejak era Gus Dur

NU Disebut Rusak sejak era Gus Dur
Laman twitter berisi unggahan video terkait rusaknya NU sejak era Gus Dur. (gambar: tangkapan layar)
Sabtu, 25 Desember 2021 10:06 WIB
DEPOK - Seorang kiai yang disebut bernama Muhammad Ishak Mashuri menyebut bahwa Nahdlatul Ulama atau NU mulai rusak sejak Gus Dur dan bukan oleh Said Aqil. Hal tersebut diketahui dari video yang diunggah @Cobeh2021 di twitter baru-baru ini.

Dilihat dari video itu, awalnya kiai yang disebut bernama Muhammad Ishak Mashuri itu berbicara di hadapan banyak orang. Ia mengaku sudah 20 tahun di NU. Selama di NU, ia pun membeberkan bahwa ormas Islam terbesar di Indonesia itu sudah rusak sejak era Gus Dur dan bukan di masa kepemimpinan KH Said Aqil Siradj.

"Saya di NU 20 tahun. Saya cerita sedikit tentang NU, jadi NU itu rusak tidak oleh Said Aqil, mulai Gus Dur," ujarnya dikutip GoNEWS.co dari makassarterkini.id di Depok, Jawa Barat, Sabtu (25/12/2021).

Ia pun membeberkan bahwa selama ini orang menganggap Gus Dur sebagai wali Allah. Namun, kata Ishak, pamannya menuduh mantan Presiden RI itu sebagai syiah.

"Orang anggap wali, tapi sesat. Pakle (paman) saya menuduh Gus Dur syiah. Betul itu, saya saksinya," ungkapnya.

Jadi, sambung Ishak, "Said Aqil ini kadernya Gus Dur. Jadi rusaknya NU itu tidak dari Said Aqil, tapi mulai dari Gus Dur."***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:PON, Nasional, Jawa Barat
wwwwww