Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
8 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
2
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
3
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
9 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
4
Geledah PT Djarum dan KPPBC Kudus, KPK Bidik Aliran Dana Gelap Pita Cukai
Hukum
8 jam yang lalu
Geledah PT Djarum dan KPPBC Kudus, KPK Bidik Aliran Dana Gelap Pita Cukai
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
8 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
7 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Home  /  Berita  /  Voli

Keras! Ini Kata Mendagri soal ASN yang Ogah Divaksin

Keras! Ini Kata Mendagri soal ASN yang Ogah Divaksin
Mendagri Muhammad Tito dalam jumpa pers usai rapat mengenai vaksinasi di Maluku, Jumat, 24 Desember 2021. (foto: ist./puspen kemendagri)
Sabtu, 25 Desember 2021 10:27 WIB
DEPOK - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Covid-19 dan Percepatan Vaksinasi di Aula Kantor Gubernur Maluku, Jumat (24/12/2021). Usai rapat, Ia bicara mengenai aparatur sipil negara (ASN) yang enggan divaksin.

Menurut Tito, jika ASN tidak melaksanakan perintah atasan untuk ikut dalam program vaksinasi maka tunjangan kinerjanya bisa ditahan. Hal itu bisa dilakukan karena tunjangan kinerja merupakan hak dari kebijakan pimpinan.

"Kalau sudah divaksinasi baru tunjangan kinerjanya diberikan semua mungkin. Itu salah satu teknik," ujar Mendagri dikutip GoNEWS.co dari siaran Puspen Kemendagri di Depok, Jawa Barat, Sabtu (25/12/2021).

Sebagai informasi, Rakor tersebut diikuti oleh Gubernur Maluku, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Maluku, bupati/wali kota se-Maluku, serta beberapa pejabat terkait lainnya. Hadir dalam kesempatan itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Safrizal ZA serta Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Maxi Rein Rondonuwu.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Voli, Nasional, Jawa Barat
wwwwww