Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
18 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
18 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
18 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
18 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
18 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
18 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Basket

Tersangka Pembakar 3 Orang Suriah Ngaku Diperintah Intelijen

Tersangka Pembakar 3 Orang Suriah Ngaku Diperintah Intelijen
Ilustrasi ruang terbakar. (foto: ist.)
Sabtu, 25 Desember 2021 13:44 WIB
DEPOK - Tersangka pembakar 3 orang pekerja asal Suriah di Izmir, Turki telah ditangkap. Pemberitaan yang dibaca di Depok, Jawa Barat pada Sabtu (25/12/2021) menyebut bahwa Tersangka mengaku diperintah oleh intelijen padahal lembaga intelijen yang disebut telah lama bubar.

"Tersangka juga telah membuat pernyataan yang menunjukkan ketidakwarasannya, atas klaim bahwa dia ingin menakut-nakuti orang-orang Suriah berdasarkan perintah lembaga intelijen Turki yang sudah lama bubar atau JITEM," lansiran idntimes yang mengutip laporan surat kabar Ilkses.

Berdasarkan kesaksian, Tersangka mengaku bahwa dia dulu bekerja di pabrik batu. Ini adalah pabrik batu yang sama dengan tempat kerja para korban. Kemudian, kontrak kerjanya tidak diperpanjang sejak kedatangan para korban.

Berdasarkan keterangan pers gabungan dari 14 kelompok HAM, tersangka merupakan warga Turki dan peristiwa terjadi pada November. Kala itu, tersangka menuangkan bensin di sebuah ruangan di kompleks pabrik batu tempat para korban sedang tidur. Dia kemudian menyulut bensin yang telah dituang dengan api.

Pekerja pabrik lainnya segera membantu para korban setelah mendengar teriakan meminta tolong. Tiga korban itu menderita luka bakar parah dan akhirnya meninggal dunia seminggu kemudian.

Identitas korban diketahui Mamoun al-Nabhan berusia 23 tahun, Ahmed al-Ali 21 tahun, dan Mohammed al-Bish 17 tahun.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Olympic, Beladiri, Basket, Jawa Barat
wwwwww