Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
21 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
10 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
3
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
10 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
10 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
20 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
6
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
10 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Home  /  Berita  /  Beladiri

Kiai NU Tewas Dibacok di Papua, Ini Respons Ketum PBNU yang Baru

Kiai NU Tewas Dibacok di Papua, Ini Respons Ketum PBNU yang Baru
Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf dalam suatu kesempatan. (foto: dok. ist.)
Minggu, 26 Desember 2021 11:16 WIB
DEPOK - Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya berkomentar soal insiden pembacokan berujung maut terhadap Suwito, Kiai NU di Papua. Berbagai pemberitaan melaporkan, insiden terjadi di di Suru-suru, wilayah perbatasan antara Kabupaten Yahukimo dan Kabupaten Asmat, Papua pada Jumat (24/12/2021) lalu.

"Saya mewakili seluruh warga NU sangat berduka yang mendalam atas wafatnya Kiai Suwito. Insiden ini sangat memprihatinkan. Untuk itu saya mengecam aksi keji ini," ujar Gus Yahya kepada wartawan sebagaimana dikutip GoNEWS.co di Depok, Jawa Barat, Minggu (26/12/2021).

Menurut Gus Yahya, tewasnya Kiai Suwito usai dibacok oleh sejumlah Orang Tak Dikenal (OTK) pada saat ingin melaksanakan ibadah sholat Jumat, tak bisa dibenarkan dengan dalih apa pun. Sebab, Kiai Suwito adalah tokoh masyarakat biasa yang tak henti mendukung kedamaian di tanah Papua.

Karenanya, Ketum PBNU yang baru terpilih di Muktamar NU di Lampung kemarin itu meminta Polisi untuk mengusut tuntas kejadian ini. "Upaya perdamaian dan menyejahterakan rakyat Papua ini tentu harus dibangun di atas sikap saling menghargai dan menjunjung tinggi hak-hak asasi manusia, bukan justru direspons dengan kekerasan,".

"Ulah orang tak dikenal dengan membunuh warga tak bersalah ini membuat masyarakat dilanda ketakutan. Untuk itu, negara harus menjamin keselamatan dan ketenangan masyarakat," sambung Gus Yahya.

Sebagai bentuk pencegahan terjadinya gejolak yang kontraproduktif dengan pembangunan bangsa khususnya di Papua, Gus Yahya mengajak seluruh warga Nahdliyin dan masyarakat lainnya untuk tidak terprovokasi.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Sumber:berbagai sumber
Kategori:Olympic, Beladiri, Jawa Barat, Papua
wwwwww