Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
20 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
20 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
20 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
20 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
20 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
20 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Beladiri

Kader PDIP Aniaya Pelajar Tak Ditahan, Gus Umar Geram: Kenapa Polri Tumpul ke Partai?

Kader PDIP Aniaya Pelajar Tak Ditahan, Gus Umar Geram: Kenapa Polri Tumpul ke Partai?
Satgas PDIP Halpian Sembiring Meliala saat diperiksa Polda Sumut. (Foto; Istimewa)
Senin, 27 Desember 2021 03:00 WIB

JAKARTA - Umar Hasibuan alias Gus Umar mengomentari pemberitaan soal tidak ditahannya kader PDIP yang melakukan penganiayaan kepada salah seorang pelajar.

Ya, Gus Umar terlihat geram dengan perlakuan istimewa yang didapatkan oleh salah seorang kader Satgas PDIP Halpian Sembiring Meliala yang memukul dan menendang seorang pelajar lantaran emosi.

Kendati telah ditetapkan sebagai tersangka, polisi terlihat mengistimewakan pelaku penganiayaan tersebut. Hal itu terlihat pada jumpa pers di Polrestabes Medan, Halpian bahkan tidak mengenakan baju tahanan atau tersangka seperti yang biasa dipakaikan kepada para pelaku tindak kriminal saat dihadapkan ke sejumlah awak media.

Halpian tampak santai dengan kondisi kedua tangan tidak diborgol, dan justru disediakan kursi untuk duduk sambil melipat tangan di lokasi jumpa pers.

Halpian Sembiring Meliala juga dinyatakan tidak akan dipenjara atas perbuatannya tersebut. Kasat Reserse Kriminal Polrestabes Medan, Kompol M. Firdaus mengatakan pelaku tidak ditahan dan hanya wajib lapor.

Nah, atas perlakuan istimewa tersebut, Gus Umar mengkritik dan mempertanyakan hal tersebut kepada Kapolri. "Ada apa dgn hukum dinegara ini pak kapolri @ListyoSigitP ? Kenapa tumpul ke kader partai?," cuitnya, Minggu, 26 Desember 2021.

Beberapa netizen juga turut memberi pandangan di kolom komentar. "Di sinilah rasa keadilan dipertontonkan antara kasus yg satu dg lainnya yg sama penganiayaan tp beda perlakuan," ujar netizen.

"Bagaimana rakyat mau tambah percaya, yg bgnian ad hak istimewa nya, sllu sj ad yg bkin. Cuihhhh !!!” tulis lainnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Beladiri, Sumatera Utara
wwwwww