Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
15 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
15 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
15 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
15 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
15 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
15 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Olympic

Survei SMRC: Mayoritas Publik Nilai Pemberantasan Korupsi RI Buruk

Survei SMRC: Mayoritas Publik Nilai Pemberantasan Korupsi RI Buruk
Ilustrasi Gedung KPK. (Foto: Istimewa)
Senin, 27 Desember 2021 08:00 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) mencatat mayoritas publik menilai pemberantasan korupsi buruk. Hal itu terlihat dari survei yang dilakukan pada 8-16 Desember 2021.

Direktur Riset SMRC Deni Irvani mengatakan responden yang menilai bagus pemberantasan korupsi saat ini tak sampai 30 persen. Dia menyebut sebanyak hanya 25,1 persen yang menilai kondisi saat ini sedang saja.

"Warga yang menilai kondisi pemberantasan korupsi baik/sangat baik sekitar 28,8 persen, lebih rendah dibanding yang menilai buruk/sangat buruk 41,5 persen," kata Deni dalam jumpa pers daring, Minggu (26/12).

Survei itu juga mencatat 41,1 persen responden menilai jumlah kasus korupsi saat ini lebih banyak dari tahun lalu. Sebanyak 22,1 persen responden berpendapat kasus korupsi semakin sedikit. Adapun 31,1 persen menilai sama saja.

Meski demikian, SMRC menangkap optimisme publik soal pemberantasan korupsi. Mayoritas responden percaya pemberantasan korupsi membaik tahun depan. "Warga yang menilai kondisi pemberantasan korupsi setahun ke depan akan baik/sangat baik sekitar 54,8 persen," ucap Deni.

Selain itu, 43,8 persen responden juga percaya kasus korupsi akan semakin sedikit. Hanya 19,3 persen responden yang meyakini kasus korupsi akan semakin banyak tahun depan.

Survei ini dilakukan dengan melibatkan 2.420 yang dipilih lewat pengambilan sampel acak berjenjang. Sebanyak 2.062 orang responden yang dapat diwawancarai secara valid. Ambang batas kesalahan survei ini kurang lebih 2,2 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.***

wwwwww