Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
23 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
23 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
3
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
23 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
4
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
12 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
5
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Sepakbola
23 jam yang lalu
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
6
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Sepakbola
23 jam yang lalu
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Agung Firman Luruskan Soal Penghargaan Rp10 Miliar dari Kemenpora

Agung Firman Luruskan Soal Penghargaan Rp10 Miliar dari Kemenpora
Agung Firman Sampurna saat menerima penghargaan secara simbolis dari Menpora Amali. (Dok. Kemenpora)
Selasa, 28 Desember 2021 20:21 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) dari Pemerintah telah menerima penghargaan dari pemerintah melalui Kemenpora. Namun,Ketua Umum PP PBSI, Agung Firman Sampurna meluruskan soal penghargaan yang diterima dalam sebuah acara di Jakarta, Senin (27/12/2021) itu, tidak secara khusus hanya diperuntukkan bagi Tim Piala Thomas, tetapi juga untuk membiayai program pembinaan PP PBSI.

Menurut Agung, apresiasi dari Kemenpora itu diserahkan kepada induk organisasi cabang olahraga yang mendapatkan penghargaan. Apresiasi ini ditujukan untuk mendukung pembinaan dan pengembangan cabang olahraga yang bersangkutan.

Terdapat tiga cabang olahraga yang mendapat apresiasi dari Kemenpora pada akhir tahun ini. Mereka adalah PBSI, PABSI, dan National Paralympics Committee (NPC). PBSI memperoleh Rp10 miliar, PABSI mendapat Rp1,25 miliar, dan NPC dapat Rp5 miliar.

"Karena sepanjang tahun ini prestasi PBSI paling banyak, maka penghargaan dalam bentuk dana pembinaannya juga paling besar, yakni Rp10 miliar. Jumlah apresiasi yang diberikan Kemenpora tersebut disesuaikan dengan prestasi yang dihasilkan masing-masing induk organisasi cabang olahraga," tutur Agung.

Untuk diketahui, pada tahun ini PBSI mampu menjaga dan mempertahankan tradisi merebut medali emas di Olimpiade lewat keberhasilan Greysia Polii/Apriyani Rahayu pada Olimpiade Tokyo 2020. Selain itu tim beregu putra bulutangkis juga sukses kembali memboyong Piala Thomas 2020 di Aarhus, Denmark, setelah menanti selama 19 tahun.

Disampaikan oleh Agung, dengan demikian penghargaan yang diberikan Kemenpora itu tidak secara khusus hanya diperuntukkan bagi pencapaian dan keberhasilan tim Piala Thomas saja. Tetapi juga untuk pembinaan dan pengembangan olahraga bulutangkis karena diserahkan kepada PP PBSI secara umum.

Menyangkut alokasi penghargaan tersebut, menurut Agung, rencananya bakal diarahkan untuk Tim Piala Thomas, yaitu terdiri dari pemain, pelatih, dan tim pendukung.

"Selain itu, juga ada alokasi untuk kegiatan rekrutment, pelatihan, dan pembinaan pemain agar proses penciptaan para juara di Pelatnas Cipayung bisa terus berkelanjutan dan tidak terputus," tutur Agung. ***

wwwwww