Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
19 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
19 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
19 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
19 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
19 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
19 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Bandingkan Perlakuan Hukum Habib Bahar dengan Abu Janda, HMI: Benar-benar Tidak Adil

Bandingkan Perlakuan Hukum Habib Bahar dengan Abu Janda, HMI: Benar-benar Tidak Adil
Ketua Umum PB HMI MPO, Affandi Ismail. (foto: Istimewa)
Kamis, 06 Januari 2022 00:08 WIB

JAKARTA - Penahanan Habib Bahar bin Smith atas dugaan penyebaran berita bohong dalam ceramahnya di Bandung, Jawa Barat, mendapat respons beragam dari sejumlah pihak. Terlebih setelah dia ditetapkan sebagai tersangka.

Polisi yang bekerja sangat cepat merespons kasus Habib Bahar dinilai berbanding terbalik saat merespons kasus yang membelit Heddy Setya Permadi, alias Permadi Arya atau Abu Janda.

Penilaian itu diutarakan Ketua Umum PB HMI MPO, Affandi Ismail. Melalui akun Instagram resminya, Affandi menilai, kondisi tersebut sangat membuat miris bagi negara yang katanya menjunjung demokrasi. "Semakin miris melihat nasib demokrasi di Indonesia saat ini. Katanya kebebasan berpendapat tapi jika bertentangan dengan selera penguasa maka hukum dijadikan sebagai alat penggebuk dan pembungkam. Sungguh kasihan nasib demokrasi Indonesia saat ini," ujar Affandi, dikutip dari instagram pribadinya, Rabu (5/1/2022).

Ia menilai, demokrasi di Indonesia sangat memprihatinkan. Seharusnya, kata dia, warga negara sama di hadapan hukum dan tidak tebang pilih dalam penegakan hukum. Namun yang terlihat justru kepolisian terkesan lambat menanggapi laporan terhadap buzzerRp, atau mereka yang mendukung pemerintah.

"Faktanya masih banyak para buzzerRp Istana yang masih bebas berkeliaran, menista agama dan menebar kebencian kepada sesama rakyat Indonesia. Sedangkan di sisi yang lain ada yang buru-buru ditahan dengan alasan menyebarkan hoax, kebencian dan lain-lain. Hei penguasa negeri ketahuilah bahwa rakyat tidak bodoh kita semua paham kepada siapa aparat penegak hukum hari ini berpihak. Ini bukan soal suka atau tidak suka kepada penguasa, tapi ini soal keadilan," tegasnya.

Ia juga menilai ada perbedaan perlakuan dalam penanganan hukum antara Habib Bahar dan Abu Janda. "Apa bedanya Abu Janda dan Habib Bahar Bin Smith di hadapan hukum? Benar-benar tidak adil," tegasnya.

Affandi juga mendesak kepada Polri agar dalam menjalankan tugas, harus bertindak adil dalam penegakan hukum. Kecuali mereka siap untuk diadili oleh Tuhan atas ketidakadilan yang dilakukan.

"Polri harus adil, sebab kalau kalian tidak adil maka Tuhan akan mengadili kalian karena Tuhan bukan orang. Maka pasti Dia akan mengadili kalian seadil-adilnya kalau tidak di dunia, tunggu di akhirat," tuturnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Beladiri, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww