Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
21 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
10 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
3
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
10 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
10 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
20 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
6
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
10 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Home  /  Berita  /  Kriminal

Ini Sudah Tahun 2022, Johan Ingatkan Janji Kementan

Ini Sudah Tahun 2022, Johan Ingatkan Janji Kementan
Ilustrasi kedelai dan tempe sebagai produk turunannya. (foto: dok. ist./sehatq)
Kamis, 06 Januari 2022 09:13 WIB
JAKARTA - Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) Johan Rosihan menyebut, tidak terwujud percepatan budi daya kedelai selama tahun 2021 lalu padahal Kementerian Pertanian (Kementan) pada tahun lalu berjanji mendongkak produksi kedelai. Hal tersebut disampaikan Johan dalam suatu siaran yang dibaca di Jakarta, Kamis (6/1/2022).

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menyatakan, tahun lalu secara gamblang Menteri Pertanian telah berjanji bahwa produksi kedelai lokal akan ditingkatkan dalam waktu dua kali masa tanam. "Namun kenyataannya meleset karena produksi kedelai lokal tidak pernah meningkat dan tidak ada komitmen untuk memperluas areal tanam kedelai," ungkapnya.

"Saya menyesalkan pemerintah lamban untuk melakukan perbanyakan benih kedelai, padahal kita memiliki begitu banyak balai benih dan produsen benih yang dapat diberdayakan untuk memenuhi kebutuhan benih kedelai," kutipan pernyataan Johan yang dibaca GoNEWS.co.

GoNews.co Anggota Komisi IV DPR RI Johan
Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan dalam suatu kesempaan di Senayan. (foto: dok. ist.)

Johan menyampaikan, pertumbuhan kebutuhan konsumsi kedelai selalu melebihi partumbuhan produksi dalam negeri, dan pemerintah hanya bisa melakukan impor untuk hal tersebut serta tidak memiliki terobosan melakukan upaya swasembada kedelai.

Wakil rakyat dari Pulau Sumbawa ini menyebutkan bahwa ketidakstabilan produksi kedelai di Indonesia akibat adanya penurunan luas panen kedelai yang tidak diimbangi dengan peningkatan produktivitas kedelai. "Hal ini mesti jadi perhatian pemerintah agar memberi prioritas pada pembangunan pertanian yang berorientasi pada swasembada kedelai," tegasnya.

Johan berharap pemerintah dapat memberi bantuan subsidi input produksi untuk mendukung kegiatan budidaya kedelai. "Saya yakin petani akan lebih bersemangat menanam kedelai jika pemerintah menjamin semua input produksi seperti benih, pupuk dan sarana lainnya untuk membantu petani agar lebih giat meningkatkan produktivitas kedelai lokal," tutup Johan.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Ekonomi, Nasional, Kriminal, DKI Jakarta
wwwwww