Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
16 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
17 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
10 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
4
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
18 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
5
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
18 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
6
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
18 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Home  /  Berita  /  Olympic

Minta Kejelasan Kasus Denny Siregar, IPW: Kalau Cukup Bukti Lanjutkan, Jika Tidak SP3

Minta Kejelasan Kasus Denny Siregar, IPW: Kalau Cukup Bukti Lanjutkan, Jika Tidak SP3
Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso. (Foto: Istimewa)
Kamis, 06 Januari 2022 20:24 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso meminta Polda Jawa Barat (Jabar) profesional dalam menangani kasus tindak pidana. Khususnya kasus yang mendapat banyak sorotan publik. Setelah cepat menindak Habib Bahar bin Smith, IPW meminta kasus pidana lain yang menjerat pegiat media sosial Denny Siregar untuk dituntaskan.

"Polda Jabar harus profesional dan adil dalam memproses kasus-kasus pidana yang ditangani penyidik,” ujar Sugeng ketika dikonfirmasi, Kamis (6/1/2022).

Dia mendorong Kapolda Jabar Irjen Suntana untuk tegas pada bawahan dan bisa menyelesaikan kasus dengan baik. "Kapolda (Jabar) harus memberi atensi dan sikap transparan pada kasus-kasus yang dipertanyakan publik bahkan kalau perlu mencopot penyidik kasus-kasus yang mangkrak," tegas Sugeng.

Sugeng menyebut publik perlu kejelasan terkait kasus Denny Siregar. "Kalau kasus Denny Siregar cukup bukti lanjutkan, namun jila tidak cukup bukti hentikan dengan SP3 agar ada kepastian hukum," tegas dia.

Diketahui bahwa Denny Siregar dilaporkan oleh pimpinan Pesantren Tahfidz Quran Daarul Ilmi Tasikmalaya Ustaz Ahmad Ruslan Abdul Gani ke Polresta Tasikmalaya pada 2 Juli 2020.

Kasus dugaan ujaran kebencian itu berawal dari tulisan singkat Denny melalui akun Facebook miliknya. Denny mengunggah sebuah foto dengan tulisan "ADEK2KU CALON TERORIS YG ABANG SAYANG". Adapun fotonya menampilkan pada santri yang memakai atribut tauhid.

Belakangan diketahui, foto itu menampilkan santri Pesantren Tahfidz Quran Daarul Ilmi Tasikmalaya yang sedang membaca Alquran saat aksi 313 di Jakarta pada 2017 silam.***

wwwwww