Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
13 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
13 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
14 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
15 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
14 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Olympic

Merapi Meletus, Lontaran Material Vulkaniknya Hingga Radius 3 KM

Merapi Meletus, Lontaran Material Vulkaniknya Hingga Radius 3 KM
Awan panas guguran Gunung Merapi, Jumat, 1 Januari 2021, pukul 13.39 WIB. (foto: ist.)
Jum'at, 07 Januari 2022 19:37 WIB
JAKARTA - Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida dalam keterangan tertulisnya, Jumat (7/1/2022), mengonfirmasi bahwa awan panas guguran (APG) terjadi di Gunung Merapi, Jawa Tengah, pada pukul 13.39 WIB.

"Siang ini tercatat satu kali terjadi APG, dengan jarak luncur 1.800 meter ke arah barat daya," kata Hanik Humaida, dikutip GoNEWS.co dari sindonews.com di Jakarta.

Pada seismogram teramati, terjadi gempa guguran dengan amplitudo 24 mm, durasi 113 detik, dan tinggi kolom 150 meter dari puncak Merapi. Selain APG yang kembali teramati, luncuran lava pijar dari puncak Gunung Merapi, juga terus terjadi. Tercatat ada 16 kali guguran lava dengan jarak luncur antara 1.500-2.000 meter ke arah barat daya.

Rinciannya periode pukul 24.00-06.00 WIB sebanyak 14 kali dengan jarak luncur 2.000 meter, dan dua kali pada periode pukul 06.00-12.00 WIB dengan jarak luncur 1.500 meter.

Pada periode itu, tercatat juga sejumlah kegempaan dari Gunung Merapi. Di antaranya gempa guguran sebanyak 61 kali, hembusan satu kali, fase banyak atau hibrid empat kali dan tektonik jauh satu kali.

Hanik menjelaskan, potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah Sungai Woro, dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak. "Untuk itu msyarakat diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya," paparnya.

BPPTKG saat ini masih menetapkan status Gunung Merapi pada level III atau siaga, dan akan meninjau kembali jika ada perubahan aktivitas Gunung Merapi yang signifikan.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Sumber:sindonews.com
Kategori:Olympic, DKI Jakarta, Jawa Tengah
wwwwww