Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
20 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
21 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
20 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
20 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
21 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
20 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Basket

Tembok Besar China Runtuh Akibat Gempa M 6,9 di Qinghai

Tembok Besar China Runtuh Akibat Gempa M 6,9 di Qinghai
Bagian dari Tembok Besar Cina yang runtuh. (Foto: istimewa)
Selasa, 11 Januari 2022 00:17 WIB

JAKARTA - Gempa bumi magnitudo (M) 6,9 yang terjadi di Provinsi Qinghai, China, mengakibatkan runtuhnya sebagian Tembok Besar (Great Wall). Hal ini diketahui setelah pihak berwenang melakukan pemeriksaan.

Dilansir dari Global Times, Senin (10/1/2022) gempa bumi M 6,9 terjadi di Qinghai pada Sabtu (8/1) tengah malam. Gempa tersebut terjadi di kedalaman 10 km.

Akibat guncangan gempa, sebagian Tembok Besar runtuh sepanjang 2 meter di daerah Shandan, Provinsi Gansu, China Barat Laut. Titik tersebut berjarak 114 km dari pusat gempa di daerah Menyuan, di Prefektur Otonomi Tibet Haibei, Qinghai.

Setelah gempa yang kuat, pihak berwenang mengorganisir pemeriksaan peninggalan budaya lokal dan menemukan situs runtuh. Perlindungan utama telah dipasang dan pekerjaan perbaikan dan restorasi sedang dalam proses.

Gempa melanda daerah yang jarang penduduknya tetapi beberapa kota besar merasakan getarannya. Tidak ada laporan kematian tetapi sembilan orang terluka, di antaranya delapan dipulangkan dari rumah sakit dan satu masih dalam pengawasan.

Kepala Badan Gempa Gansu, Shi Yucheng, mengatakan daerah pemukiman terdekat berjarak 40 kilometer dari pusat gempa, yang berada di sabuk gempa dan penduduk setempat terbiasa menghadapi gempa.

Dalam pertempuran lokal melawan kemiskinan, rumah-rumah penduduk ditingkatkan atau diperbaharui agar tahan gempa, yang juga berkontribusi untuk mengurangi korban dalam gempa bumi sebesar itu, kata Shi.

Pada tanggal 14 April 2010, gempa berkekuatan M 7,1 melanda Prefektur Otonomi Yushu Tibet di Qinghai, menyebabkan 2.698 orang tewas dan 270 hilang. Lebih dari 90 persen rumah penduduk setempat runtuh akibat gempa dan beberapa gempa susulan yang kuat.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Detik.com
Kategori:PON, Olympic, Basket, DKI Jakarta
wwwwww