Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
11 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
11 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
22 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
11 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
11 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
6
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
11 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Pigai Sebut Garuda Indonesia Diambang Kebangkrutan dan Kaitkan dengan Kinerja Luhut

Pigai Sebut Garuda Indonesia Diambang Kebangkrutan dan Kaitkan dengan Kinerja Luhut
Natalius Pigai (kanan) dalam suatu kesempatan di DPR RI. (foto: dok. www.gonews.co)
Rabu, 12 Januari 2022 20:32 WIB
JAKARTA - Kritikus politik Natalius Pigai menyebut Garuda Indonesia diambang kebangkrutan dan ini menjadi bagian dari sederet alasan mengapa Ia menyebut Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi Republik Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan sebagai menteri tidak berprestasi tapi penuh kontroversi. Melalui sebuah tulisannya yang diterima di Jakarta, Rabu (12/1/2022) Ia mengungkap sejumlah alasan.

"Kondisi flag carrier Garuda Indonesia saat ini berada di ambang kebangkrutan di mana kondisi ini sangat berpengaruh terhadap kegiatan operasional. Salah satu faktornya adalah adanya beban masa lalu terkait pengadaan pesawat dan mesin yang dilakukan oleh direksi di masa lalu dalam pemerintahan Joko Widodo," kata Pigai dalam tulisan ber-sub judul 'Data dan Fakta di Lingkungan Menko Marves Luhut Panjaitan. (Perikanan, Perhub, PUPR, Meninvestasi, Pariwisata)' yang dibaca GoNEWS.co.

Kata Pigai, dampak dari tidak terkelola maksimalnya beberapa potensi lini bisnis di Garuda Indonesia diantaranya; captive market corporate account atau semua perjalanan dinas instansi pengguna APBN dan non APBN, lini bisnis kargo, dan lini bisnis charter.

"Akibatnya, Garuda Indonesia telah melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)," ujar Pigai.

Seharusnya Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan secara maksimal menyelamatkan dengan tata kelola semua perjalanan dinas instansi pengguna APBN dan Non APBN, lini bisnis kargo, dan lini bisnis charter.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Ekonomi, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww