Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
18 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
18 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
18 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
18 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
18 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
18 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Olympic

Pengamat Pesimis Jika Prabowo dan Cak Imin Dipasangkan di Pilpres 2024

Pengamat Pesimis Jika Prabowo dan Cak Imin Dipasangkan di Pilpres 2024
Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto dan Ketua Umum PKB, Abdul Muhaimin Iskandar. (Foto: Istimewa)
Jum'at, 14 Januari 2022 15:53 WIB

JAKARTA - Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando EMaS memberi tanggapan terkait isu deklarasi Ketum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.

Diketahui, sejumlah relawan melakukan deklarasi yang memasangkan Prabowo Subianto dan Cak Imin di Pilpres 2024. Mengetahui hal tersebut, Fernando merasa pesimis. Meski demikian, aksi deklarasi tersebut sah-sah saja dilakukan.

Fernando menilai, Gerindra dan PKB tampak saling melengkapi. Keduanya dinilai bisa saling merangkul di sisi nasional dan agamis di Pilpres 2024. Namun, Fernando mengatakan keduanya juga merupakan pasangan yang lemah.

"Akan tetapi, Prabowo dan Muhaimin pasangan yang lemah untuk memenangkan Pilpres 2024," jelas Fernando.

Selain itu, Fernando mengatakan, apabila keduanya dipasangkan maka tim sukses malah lebih sibuk. Tim sukses dinilai bakal disibukkan untuk memberikan klarifikasi berbagai isu miring, daripada fokus ke visi politik.

"Apalagi dukungan terhadap Prabowo makin lemah semenjak kekalahannya pada Pilpres 2019, dia telah ditinggalkan oleh para pendukung Gerakan 212," bebernya.

Ia mengatakan, Prabowo akan sulit memenangkan Pilpres 2024 meski dipasangkan dengan siapapun. "Saya melihat ada kecenderungan penolakan dari internal PKB terhadap Muhaimin Iskanar," tandasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww