Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
24 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
18 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
22 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
19 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
23 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
18 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Mukhtarudin: Lembaga Riset Jangan Ditunggangi Kepentingan Politik Jangka Pendek

Mukhtarudin: Lembaga Riset Jangan Ditunggangi Kepentingan Politik Jangka Pendek
Politisi dari Partai Golkar Mukhtarudin. (Foto: istimewa)
Rabu, 19 Januari 2022 16:31 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Anggota Komisi VII DPR RI dari fraksi Golkar Mukhtarudin mendukung upaya Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang mengintegrasikan semua riset milik pemerintah yang selama ini tersebar di 39 kementerian dan lembaga (KL).

Menurut Mukhtarudin, BRIN dibentuk pemerintah niatnya dalam rangka mengintegrasikan seluruh proses riset, penelitian dan inovasi di tanah air.

"Maksudnya agar penelitian dalam satu lembaga ini terintegrasi tidak parsial dan saling mendukung," tutur Mukhtarudin, Rabu, (19/1/2022).

Saat ini, sudah 33 riset dari KL yang dialihkan ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan sisanya riset dari enam kementerian yang akan dialihkan, selambatnya, akhir Januari 2022.

Selain sesuai amanat Perpres, integrasi akan membuat riset lebih fokus, efisien, efektif, dan berkualitas.

Mukhtarudin mengatakan bahwa bangsa yang maju yakni menempatkan lembaga riset pada posisi penting.

"Ini penting, karena sebuah negara harus punya lembaga riset yang baik, terintegrasi dan terpadu," tandas Mukhtarudin.

Politisi Dapil Kalimantan Tengah ini bilang persoalan yang muncul sekarang bagaimana BRIN bisa mengintegrasinnya. Artinya tentu harus mengakomodir para peneliti, SDMnya harus dipikirkan bagaimana proses integrasi tersebut.

"Jadi, harus diakomodir secara selektif ya. Dengan tetap mengedepankan selektifitas yang obyektif. Artinya betul-betul peneliti yang mempunyai kemampuan riset yang baik / ahli yang harus diakomodir," harap Mukhtarudin.

Kendati demikian, Mukhtarudin meminta BRIN terus melanjutkn kegiatan-kegiatan penelitian dan riset yang sedang dilaksanakan oleh lembaga-lembaga yang terintegrasi kedalam BRIN. BRIN harus dapat menaungi spektrum aktivitas penelitian yang lebih luas.

"Proses seperti apa. Silahkan BRIN melakukannya secara obyektif, transparan denga pendekatan ilmiah. Bagi kita DPR RI menginginkan agar para peneliti yang tersebar di semua lembaga penelitian diakomodir secara baik," beber Mukhtarudin.

Selain itu, Mukhtarudin mengingatkan lembaga BRIN kedepannya mesti dikelola secara ilmiah, agar tidak terjadi kontraproduktif di dalamnya.

"Bagaimana BRIN ini dikelola secara ilmiah, jangan ditunggangi oleh kepentingan politik jangka pendek. Karena Ini kepentingan nasional dalam rangka mengembangkan riset kita. Sebuah negara itu penting untuk memperdayakan risetnya secara baik. Kalo gak kita ketinggalan," pungkas Mukhtarudin.***

wwwwww