Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
9 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
9 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
11 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
11 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
11 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Ekonomi
6 jam yang lalu
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Home  /  Berita  /  Beladiri

Soal Kader Golkar Banyak Ditangkap, KPK: Hanya Apes Saja

Soal Kader Golkar Banyak Ditangkap, KPK: Hanya Apes Saja
Deputi Penindakan dan Eksekusi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Karyoto. (Foto: Istimewa)
Jum'at, 21 Januari 2022 07:23 WIB

JAKARTA - Deputi Penindakan dan Eksekusi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Karyoto mengatakan banyak kader Partai Golkar yang terciduk Operasi Tangkap Tangan (OTT) sebagai apes belaka.

Ia mengklaim tak tebang pilih saat menangkap para pihak yang diduga korupsi. Termasuk, tak memandang warna partai saat menangkap mereka. "Saya rasa ini hanya apesnya saja. Kalau ada laporan pengaduan masyarakat yang menyangkut profile A, B, C, kita enggak memandang warna [partai] apa," ujar Karyoto di Gedung KPK, Kamis (20/1).

Beberapa waktu terakhir, KPK menangkap sejumlah kader Golkar seperti Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, dan Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin.

Dua nama terakhir ditangkap oleh KPK tak berselang lama pada bulan ini. Karyoto mengungkap pihaknya telah memasang 'ranjau' yang mencapai ratusan di sejumlah daerah. "Kalau yang tidak terpantau ya nasibnya saja mungkin masih belum tertangkap," ujarnya.

Karyoto pun mengingatkan kepada para kepada kepala daerah agar tak menggunakan APBD untuk kepentingan pribadi maupun kelompok. "Sekali lagi kepada para kepala daerah, ini menjadi pembelajaran bersama bahwa APBD APBN itu [harus bisa] dipertanggungjawabkan," katanya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Beladiri, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww