Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
11 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
11 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
12 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
13 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
13 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
19 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Olympic

Anak Usia 7 Tahun Meninggal Dunia Sepekan setelah Divaksin

Anak Usia 7 Tahun Meninggal Dunia Sepekan setelah Divaksin
Ilustrasi vaksinasi Covid-19. (foto: ist./pxhere)
Minggu, 23 Januari 2022 18:33 WIB
GARUT - Seorang anak perempuan berusia tujuh tahun di Kabupaten Garut dilaporkan meninggal dunia sepekan setelah menjalani vaksinasi Covid-19, baru-baru ini.

Terkait insiden ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Garut disebut masih menyelidiki penyebab meninggalnya anak tersebut. Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Garut Leli Yuliani mengatakan, anak itu menjalani vaksinasi di sekolahnya pada Sabtu (15/1/2022). Beberapa hari kemudian, tepatnya pada Rabu (19/1/2022), anak itu mengalami gejala muntah-muntah dan dibawa ke Puskesmas Wanaraja.

"Masuk puskesmas tanggal 19 (Januari) karena muntah-muntah. Agak jauh jaraknya dari vaksinasi," kata Leli, dikutip GoNEWS.co dari Republika, Minggu (23/11/2022).

Oleh tenaga kesehatan, kondisi anak itu terus diobservasi selama di puskesmas. Menurut Leli, pada Kamis (20/1/2022) kondisi anak itu membaik dan keluhannya berkurang.

Namun, pada Jumat (21/1/2022) pagi saat diperiksa dokter, anak tersebut kembali mengalami muntah-muntah disertai sakit kepala. Tenaga kesehatan kemudian melakukan pemeriksaan laboratorium. "Sorenya kondisi anak nge-drop. Pukul 17.35 WIB pasien dinyatakan meninggal dunia," kata dia.

Leli mengaku belum bisa memastikan penyebab meninggalnya anak itu. Menurut dia, Kelompok Kerja (Pokja) Kejadian Ikutan Pasca-Imuninasi (KIPI) Kabupaten Garut masih melakukan penelusuran terkait penyebab pasti anak itu meninggal dunia. "Jadi kami belum bisa memberikan keterangan ini dari mana penyebabnya. Belum tentu karena vaksin," ujar dia.

Leli menambahkan, pada saat melakukan vaksinasi, kondisi anak dilaporkan sehat. Anak juga dinyatakan lolos saat menjalani skrining oleh tim dokter.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Olympic, SEA Games, Jawa Barat
wwwwww