Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
12 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
12 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
13 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
14 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
13 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Olympic

Longsor di Sumedang, Seorang Ibu Tewas Peluk Sang Anak

Longsor di Sumedang, Seorang Ibu Tewas Peluk Sang Anak
Seorang ibu tewas usai tertimpa longsor di Sumedang, Jawa Barat. Sementara sang anak yang berada di pelukannya luka berat. Ilustrasi (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Minggu, 23 Januari 2022 18:39 WIB
JAKARTA - Tebing setinggi sekitar 5 meter dan lebar 10 meter longsor menimpa rumah warga di Desa Cisurat, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, Sabtu (22/1). Siti Nyoman (42), seorang ibu rumah tangga tewas, sementara anaknya Dede Rayan Ardika (7) mengalami luka berat.

Ketua RT setempat, Usup Supriadi mengatakan tebing tersebut longsor tidak lama setelah hujan deras mengguyur kampung halamannya sekitar pukul 14.00 WIB. Longsor tersebut menerjang bagian bagian dapur rumah korban.

"Longsor menimpa rumah korban pada bagian dapur hingga menjobol temboknya," kata Usup, Sabtu (22/1).

Usup mengatakan saat terjadi longsor korban bersama anaknya sedang berdua. Sementara suami dan anaknya yang lain tidak berada di rumah.

"Pas longsor terjadi korban hanya berdua bersama anaknya, suaminya kebetulan sedang mencari rumput, sementata anaknya yang satu lagi sedang bekerja di Bandung," ujarnya.

Menurut Usup, tidak lama setelah kejadian warga pun langsung berupaya menolong korban bersama petugas TNI/Polri yang datang tidak lama berselang.

Korban ditemukan telah meninggal dunia di tengah puing-puing reruntuhan tembok dapur rumahnya. Posisi korban saat itu sambil memeluk anaknya yang mengalami luka berat.

"Korban ditemukan tertimpa d tengah puing-puing tembok, posisi korban sambil mendekap anaknya yang mengalami luka berat, korban seperti berusaha sedang melindungi anaknya yang masih kecil," kata Usup.

Lebih lanjut, Usup mengatakan korban mengalami luka di bagian kepalanya yang diduga akibat terkena reruntuhan tembok. Sementara anaknya mengalami luka berat di bagian perutnya.

"Ibunya yang tewas mengalami luka dibagian kepalanya, sementara anaknya yang mengalami luka berat, terluka dibagian perutnya," ujarnya.

Setelah kedua korban berhasil dievakuasi, korban tewas bersama anaknya saat itu juga langsung dilarikan ke RSUD Sumedang. Siti hari ini dimakamkan di pemakaman umum Desa Wado, sementara anaknya dalam kondisi kritis di RS.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:PON, Olympic, Voli, Jawa Barat
wwwwww