Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
12 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
12 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
23 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
12 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
12 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
6
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
12 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Fahri Hamzah Sebut PKS Alami Kegalauan Masif

Fahri Hamzah Sebut PKS Alami Kegalauan Masif
Fahri Hamzah dalam suatu kesempatan di Jakarta. (foto: dok. ist./detikcom)
Kamis, 27 Januari 2022 15:54 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gelora Fahri Hamzah menanggapi Ketua Majelis Syura PKS Salim Segaf Al-Jufri yang berpesan agar Partai Gelora mencari suara di 'kolam' berbeda. Tanggapannya tersebut menjadi pemberitaan pada Kamis (27/1/2022).

"Seperti kita duga, memang di PKS mengalami kegalauan yang masif, dari Majelis Syuro sampai struktur, tentang bagaimana menghadapi masa depan," kata Fahri sebagaimana dikutp GoNEWS.co dari detikcom.

Diantara sebab kegalauan PKS, kata Fahri, terkait dengan jumlah kursi PKS yang dinilai banyak namun tak bisa berbuat apa-apa.

"Satu sisi sebagai partai yang sudah punya 50 kursi di DPR dan ribuan kursi di seluruh Indonesia, tidak ada yang bisa dilakukan kecuali mengatakan bahwa kami kecil dan tidak bisa berbuat apa-apa," kata Fahri.

Akhirnya, sambung Fahri, kegalauan itu ditumpahkan ke Partai Gelora karena ketakutan bahwa Partai Gelora kan makin populer.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Metropolitan, Nasional
wwwwww