Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
10 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
10 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
11 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
12 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
11 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Ekonomi
7 jam yang lalu
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Home  /  Berita  /  Nasional

Jubir Luhut Pastikan Tak Ada Intervensi ke Polisi soal Haris Azhar-Fatia

Jubir Luhut Pastikan Tak Ada Intervensi ke Polisi soal Haris Azhar-Fatia
Jodi Mahardi. (foto: dok. ist./kompas)
Kamis, 27 Januari 2022 18:07 WIB
JAKARTA - Jodi Mahardi selaku Jubir Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan membantah keras tudingan Tim Advokasi Bersihkan Indonesia soal proses hukum kasus Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti hanya mengikuti selera Luhut. Bantahan disampaikan Jodi kepada wartawan, Kamis (27/1/2022).

"Selera Pak Luhut di mananya? Tidak ada intervensi kok ke polisi. Pihak Pak Luhut hormati semua proses hukum yang ada. Ketika Pak Luhut ada di Indonesia selalu menyempatkan diri memenuhi panggilan polisi walaupun kita semua tahu kesibukannya. Yang terakhir Pak Luhut juga hadir menyesuaikan dengan waktu yang ditawarkan salah satu terlapor," kata Jodi dikutip GoNEWS.CO dari detikcom, Kamis (27/1/2022).

Jodi mengatakan Luhut memang sebelumnya pernah tidak bisa memenuhi panggilan polisi karena sedang mengikuti rangkaian lawatan luar negeri Presiden Joko Widodo (Jokowi). Jodi menegaskan ketidakhadiran Luhut itu berdasarkan alasan jelas.

"Alasan yang sangat jelas, bukan cuma alasan lagi kerja. Emangnya di sini nggak ada kerjaan? Pak Luhut juga sibuk kali," ujar Jodi.

Jodi menilai langkah polisi mendatangi Haris Azhar dan Fatia merupakan hal wajar. Sebab, kata Jodi, keduanya beberapa kali tidak memenuhi panggilan polisi.

"Jadi kami menilai kalau polisi mendatangi mereka setelah berapa kali tidak hadir tanpa alasan yang kuat itu wajar-wajar saja. Memang tugas mereka begitu. Sudah ditawarkan untuk minta maaf tidak mau, dilaporkan ke polisi ngeyel, lapor pula ke jaringan internasionalnya dan buat tagar macam-macam. Padahal katanya punya data siap buka-bukaan di pengadilan. Bingung juga kita maunya apa sih hehe...," beber Jodi.

"Banyak juga yang komentar soal pembungkaman demokrasi dan HAM. Seharusnya mereka termasuk Komnas HAM tahu prinsip dasar sebagai pejuang HAM untuk berikan setiap manusia setiap hak yang anda klaim untuk dirimu sendiri. Pasti mereka juga nggak mau kan difitnah? Apalagi di ruang publik," sambung dia.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Beladiri, Nasional, DKI Jakarta
wwwwww