Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
22 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
22 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
22 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
21 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
22 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
21 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Misbakhun Dorong Transparansi Data Konglomerasi 'Fintech'

Misbakhun Dorong Transparansi Data Konglomerasi Fintech
Ilustrasi Fintech. (gambar: ist./edgeverve)
Jum'at, 04 Februari 2022 08:58 WIB
JAKARTA - Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun meminta OJK membuka data pemilik bank, status banknya sebagai perusahaan terbuka atau tidak, dan juga soal manajer investasinya. Hal tersebut sebagai bentuk pengawasan terhadap Fintech yang tak hanya menyediakan pinjaman dana, tetapi juga sistem pembayaran. Demikian disampaikan dalam rapat dengan Ketua OJK di Senayan, Jakarta, Kamis.

"Dia punya perusahaan efek apa dan memperdagangkan saham siapa saja?" tanya Misbakhun dikutip GoNEWS.co dari publikasi parlemen, Jumat (4/2/2022).

Berita Terkait: Sebagai Alternatif Pembiayaan Masyarakat, Transaksi di Fintech Hingga Saat Ini Capai Rp100 Triliun

Berita Terkait: Dasar Hukum Dukcapil Beri Akses Verifikasi Data Penduduk pada 'Fintech'

"Ini penting, siapa orang yang mereka pasang sebagai pemegang saham dan siapa yang mereka pasang sebagai pengelolanya?" sambung Misbakhun.

Dalam kesempatan itu, Misbakhun mencontohkan persoalan Kresna Life. Pada Juni 2021, Mahkamah Agung (MA) memutus perusahaan asuran jiwa itu pailit.

Berita Terkait: Misbakhun Minta Pemerintah Cermati Permainan Penguasaan Aset BLBI

Berita Terkait: Misbakhun Desak Pemerintah Tegas: Pemindahan IKN Bukan Kebutuhan Rezim!

"Saya minta ada pihak yang bertanggungjawab terhadap masalah Kresna ini," tandas legislator dapil Jawa Timur II itu.

Dia pun membeberkan sejumlah perusahaan yang terafiliasi dengan Kresna Group, antara lain, Danasupra Danasupra Erapacific yang kini dibekukan OJK, M Cash, dan NFC Indonesia. Dia menyebut hal itu sebagai skema yang luar biasa.

"Ini another Jiwasraya. Bedanya Jiwasraya kepunyaan pemerintah, kalau ini (Kresna) punya swasta," ujar Misbakhun.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Ekonomi, Nasional, Kriminal
wwwwww