Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
24 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
2
Demo Sumpah Pemuda di Jakarta, Massa SADAR Bawa Tuntutan Karhutla dan Tolak Oligarki
Umum
24 jam yang lalu
Demo Sumpah Pemuda di Jakarta, Massa SADAR Bawa Tuntutan Karhutla dan Tolak Oligarki
3
Riko Simanjuntak Minta Maaf Kepada Fans PSS Sleman
Sepakbola
22 jam yang lalu
Riko Simanjuntak Minta Maaf Kepada Fans PSS Sleman
4
Alasan Bernando Tavares Tunjuk Yuran Fernandes Jadi Eksekutor
Sepakbola
23 jam yang lalu
Alasan Bernando Tavares Tunjuk Yuran Fernandes Jadi Eksekutor
5
Francisco Rivera Unjuk Kualitas Dalam Alirkan Bola dan Ambil Keputusan
Sepakbola
22 jam yang lalu
Francisco Rivera Unjuk Kualitas Dalam Alirkan Bola dan Ambil Keputusan
6
Darije Kalezic Ungkap Kunci Hentikan Tren Cetak Gol Bhayangkara FC
Sepakbola
23 jam yang lalu
Darije Kalezic Ungkap Kunci Hentikan Tren Cetak Gol Bhayangkara FC
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Sudah Selayaknya Negara Apresiasi Para Ilmuwan Terbaik Bangsa

Sudah Selayaknya Negara Apresiasi Para Ilmuwan Terbaik Bangsa
Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. (Foto: Istimewa)
Jum'at, 04 Februari 2022 01:11 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

SURABAYA - Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mendukung penuh langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta ilmuwan asal Indonesia di luar negeri agar pulang dan mengabdi untuk bangsa. Kendati begitu, LaNyalla meminta agar ilmuwan tersebut diapresiasi dengan penghargaan yang baik.

"Tentu kita perlu dukung langkah Presiden untuk meminta para ilmuwan untuk kembali pulang ke Indonesia dan berbuat memajukan bangsa. Namun, mereka juga diapresiasi dengan baik," kata LaNyalla di sela kunjungan kerjanya ke Jawa Timur, Kamis (3/2/2022).

Senator asal Jawa Timur itu melanjutkan, tak sedikit anak-anak bangsa yang tidak mau pulang lagi ke Tanah Air karena sudah nyaman di negeri orang. "Sebab, ketika mereka pulang ke tanah kelahiran tidak mendapatkan tempat yang diharapkan serta kemampuan dan kapasitasnya tidak dioptimalkan untuk kemajuan bangsa," kata LaNyalla.

Pada kasus lainnya, kurangnya apresiasi kepada anak bangsa yang memiliki kapasitas setingkat internasional tidak
diberikan tempat yang layak dan penghargaan gaji yang pantas. "Akhirnya mereka memilih bekerja di negara asing yang memberi gaji besar," tutur LaNyalla.

LaNyalla mendorong agar pemerintah melacak dan menelusuri warga Indonesia yang memiliki kapasitas baik dan berkarir di negara asing seperti Ainun Najib untuk pulang membangun bangsa dengan keilmuan yang dimiliki. "Tetapi tentunya pemerintah harus memberikan penghargaan yang tinggi kepada para scientist agar kepulangan mereka tidak sia-sia," kata LaNyalla.

Sebagaimana diketahui, Presiden meminta sosok Ainun Najib agar pulang ke Indonesia. Ainun Najib merupakan ilmuwan Indonesia yang bekerja
sebagai praktisi teknologi di bidang data sains. Kini ia bekerja di sebuah perusahaan di Singapura.

Ainun Najib lahir pada 20 Oktober 1985 di Balongpanggang, Gresik, Jawa Timur. Dia merupakan sosok di balik lahirnya gerakan kawal Covid-19 dan juga pernah merilis situs kawalcovid19.id. Ainun bersama dua rekannya juga membuat situs kawalpemilu.org pada tahun 2014.

Semasa pendidikan SMA, Ainun masuk menjadi anggota tim Indonesia dalam Olimpiade Matematika Asia Pasifik 2003, dan meraih honorable mention. Lulus dari SMA dia melanjutkan pendidikan sarjana di Universitas Teknologi Nanyang (NTU), Singapura, dengan jurusan computer engineering.

Di Singapura, Ainun Najib bergabung mewakili NTU dalam perlombaan pemrograman ACM ICPC tahun 2006-2007 bersama dua mahasiswa Indonesia lainnya. Tim ini menjuarai ACM ICPC level regional Asia di Teheran, Iran (2006), dan ikut bertanding di level dunia di Tokyo, Jepang (2007). Setelah lulus, ia bergabung dengan IBM Singapura sebagai software engineer dan setelah itu menjabat sebagai konsultan senior.***

wwwwww