Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
18 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
18 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
18 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
18 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
18 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
17 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Metropolitan

PKS Minta Pemerintah Tidak Mengintegrasi Balitbang Pertanian ke Dalam BRIN

PKS Minta Pemerintah Tidak Mengintegrasi Balitbang Pertanian ke Dalam BRIN
Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto. (Foto: Istimewa)
Sabtu, 05 Februari 2022 18:39 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto, minta Pemerintah tidak mengintegrasikan badan penelitian dan pengembangan (balitbang) kementerian teknis ke dalam BRIN, apalagi yang terkait riset hayati seperti Balitbang Pertanian. "Lebih banyak mudharatnya ketimbang manfaatnya," kata Mulyanto, Sabtu (05/2/2022).

Mulyanto menjelaskan riset balitbang itu berbeda dengan riset di perguruan tinggi atau di lembaga riset pemerintah (LPNK). Penelitian balitbang sifatnya melekat dan menyatu di dalam kementerian teknis. Kekhususan riset terapan yang ada di balitbang kementerian teknis adalah didedikasikan untuk mencari solusi teknis atas berbagai permasalah teknis di direktorat jenderal teknis.

"Karenanya secara kelembagaan ia harus dekat dengan sumber permasalahan teknis untuk mempercepat penggalian masalah teknis dan upaya pengembangan solusi teknis, termasuk penerapannya. Tidak terpaut jarak fisik apalagi keruwetan birokrasi antar kementerian. Bahkan seperti di Balitbang Kementerian Pertanian tersebarnya lahan, lab, SDM dan balai-balai riset di berbagai daerah, muncul karena pengalaman dan kebutuhan manajemen riset hayati, yang membutuhkan respons cepat terhadap perubahan iklim dan musim, termasuk perubahan cuaca ekstrim," papar Irjen Kementerian Pertanian era Presiden SBY ini.

Mulyanto memperkirakan jarak fisik dan birokrasi akan mempersulit koordinasi dan manajemen riset. Dikhawatirkan kondisi ini akan membuat aktivitas riset menjadi tidak berkembang. "Jadi memang dapat dimengerti kalau Menteri Pertanian minta relaksasi atau dispensasi integrasi Balitbangnya dengan BRIN. Dan Komisi terkait di DPR pun menyetujuinya. Kita harus terus berikhtiar agar riset dan inovasi kita berkembang maju dengan manajemen moderen yang handal. Bukan dengan sentralisasi kelembagaan yang sekedar memperpanjang birokrasi yang rentan politisasi," tegas Mulyanto.

Terkait integrasi litbang kementerian ke dalam BRIN, Mulyanto minta Pemerintah mau mendiskusikan ulang tercana tersebut dengan semua pihak terkait. Pemerintah perlu menjelaskan kepada publik maksud peleburan tersebut. Kalau memang dalam pelaksanaannya menemukan banyak kendala Pemerintah harus berkenan menunda rencana tersebut hingga semua memungkinkan. Bukan dengan memaksakan kehendak seperti sekarang.

"Kita ingin kegiatan riset nasional terus berkembang. Karena itu Pemerintah perlu menciptakan iklim dan ekosistem riset yang kondusif. Kalaupun ada rencana perubahan sistem dan manajemen riset semua harus disiapkan dengan matang. Tidak sporadis seperti sekarang yang ujung-ujungnya membuat peneliti menjadi tidak focus melaksanakan tugas penelitiannya," tandas Mulyanto.***

wwwwww