Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
21 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
9 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
3
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
9 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
4
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
19 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
10 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
9 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Home  /  Berita  /  Nasional

Pengamat Fintech Puji Digitalisasi Data Dukcapil

Pengamat Fintech Puji Digitalisasi Data Dukcapil
IFSoc dalam acara virtual bersama Ditjen Dukcapil Kemendagri, Senin, 7 Februari 2022. (foto: ist.)
Selasa, 08 Februari 2022 14:02 WIB
JAKARTA - Indonesia Fintech Society (IFSoc) mengapresiasi terobosan Ditjen Dukcapil Kemendagri dalam melakukan digitalisasi data kependudukan karena dinilai mendorong penerapan e-KYC (electronic-Know Your Costumer) dalam pelayanan industri perbankan dan transaksi finansial lainnya. Demikian disampaikan dalam suatu acara virtual, kemarin.

"Kami mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas dukungan yang luar biasa, juga berbagai terobosan dari Ditjen Dukcapil selama ini, sehingga e-KYC bisa terwujud dengan sangat baik," kata Karaniya Dharmasaputra, anggota Steering Committee IFSoc, sebagaimana dikutip GoNEWS.co dari siaran resmi, Selasa (8/2/2022).

Berita Terkait: Dirjen Dukcapil: Tren e-KYC Berbasis NIK semakin Diminati

Berita Terkait: Bantu Pencari Keadilan, Dukcapil Kota Bekasi Cetak Cepat KTP-el Warga Buton

Pasalnya, e-KYC tidak mungkin diwujudkan apabila Indonesia sendiri tidak memiliki satu integrator data yang menyediakan akses, melakukan verifikasi, dan melakukan validasi terhadap kebenaran dan keabsahan data yang tengah ditelisik.

Semua itu, lanjut Karaniya, telah disediakan Dukcapil melalui kebijakan berbagi pakai data kependudukan secara digital.

Sejalan dengan itu, Hendri Saparini yang juga anggota Steering Committee IFSoc, turut mengungkapkan apresiasinya. Lebih jauh Hendri Saparini mengungkapkan kinerja Dukcapil dalam memberikan identitas terhadap penduduk menjadi modal besar dapat dietrapkannya e-KYC di Indonesia.

"Saya rasa kita semua perlu bangga. Dengan jumlah penduduk yang sangat besar, tetapi kecepatan tingkat kepemilikan identitas di Indonesia sudah cukup bagus (hanya 1 persen wajib KTP-el yang belum memiliki KTP-el). Kita bandingkan misalnya di India, masih ada 12 persen yang belum memiliki digital ID," ungkap Hendri Saparini.

Hal itu turut diamini Syahraki Syahrir, anggota Steering Committee IFSoc yang juga berkesempatan hadir dalam Konferensi Pers tersebut. Disaat pemenuhan identitas menjadi tantangan dalam ekosistem ekonomi digital, lanjut Syahraki, Dukcapil hadir menyelesaikan masalah.

"Pada saat bicara digitalisasi maka, identitas menjadi tantangan. (Meski demikian) Indonesia sudah memiliki achievement yang cukup baik dalam rangka kita memiliki identitas digital, salah satunya dalam bentuk KTP-el," kata Syahraki.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Voli, Nasional, DKI Jakarta
wwwwww