Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
21 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
10 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
3
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
10 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
10 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
20 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
6
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
10 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Home  /  Berita  /  Voli

Dirjen Dukcapil: Tren e-KYC Berbasis NIK semakin Diminati

Dirjen Dukcapil: Tren e-KYC Berbasis NIK semakin Diminati
Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrullah (kanan bawah) dalam temu virtual, Senin, 7 Februari 2022. (foto: ist./zudan)
Selasa, 08 Februari 2022 13:37 WIB
JAKARTA - Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri, Prof. Zudan Arif Fakrulloh, menyebut penerapan e-KYC (electronic-Know Your Costumer) berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) di berbagai lembaga pelayanan publik sudah menjadi tren dan semakin diminati. Hal itu disampaikan Zudan suatu acara virtual, kemarin.

"Tren menggunakan e-KYC berbasis NIK semakin membesar. Selama 7 tahun sampai Desember 2021 itu kurang lebih 7,7 milyar kali NIK diakses. Adapun selama Januari 2022, itu sudah bertambah lagi kurang lebih 100 juta NIK diakses," ungkap Zudan dikutip GoNEWS.co dari siaran resmi, Selasa (8/2/2022).

"Rata-rata setiap bulan, NIK di data center Dukcapil itu diakses berbagai lembaga kurang lebih 100 juta kali, sehingga per tahun terdapat 1,2 milyar kali NIK diakses," tambah Zudan.

Banyaknya jumlah NIK diakses oleh berbagai lembaga tersebut, ungkap Zudan, menunjukan mulai terbangunnya kepercayaan digital (digital trust) antar seluruh elemen kemasyarakatan di Indonesia.

"Baik orang perorangan, maupun institusi, sudah mulai mempercayai dan mau mengikuti seluruh pola dan tindakan berbasis digital," jelasnya.

Adapun diantara berbagai lembaga yang mengakses data Dukcapil, lanjut Zudan, yang paling agresif adalah dari sektor keuangan dan perbankan, kemudian disusul oleh pasar modal, Kementerian Sosial dan Kementerian Kesehatan, dan industri telekomunikasi.

"Kalau kita belum beralih dari sepenuhnya manual, maka terbayang biaya atau cost untuk KYC menjadi sangat besar. Itu lah pentingnya bagaimana seluruh sektor bergerak bersama menerapkan e-KYC berbasis NIK," pungkasnya.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Voli, Nasional, DKI Jakarta
wwwwww