Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
15 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
14 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
4 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
4 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
4 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
6
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
4 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Home  /  Berita  /  Beladiri

Kecam Tindakan Aparat, Begini Sikap Komnas HAM Terkait Insiden di Desa Wadas

Kecam Tindakan Aparat, Begini Sikap Komnas HAM Terkait Insiden di Desa Wadas
Aparat Kepolisian saat menyisir dan menangkap Warga Desa Wadas. (Foto: Istimewa)
Rabu, 09 Februari 2022 19:52 WIB
JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) akhirnya buka suara terkait kericuhan saat proses pengukuran lahan warga untuk penambangan batu andesit di Desa Wadas, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara secara tegas mengecam tindak kekerasan yang dilakukan aparat terhadap warga setempat. "Komnas HAM RI mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan oleh aparat kepolisian kepada warga termasuk pendamping hukum warga Wadas yang menolak desanya dijadikan lokasi penambangan quarry," kata Beka Ulung Hapsara dikutip dari Media Indonesia, Rabu, 9 Februari 2022.

Tak hanya itu, Komnas HAM juga menyoroti penangkapan terhadap sejumlah warga yang ditahan di Polres Purworejo. Komnas HAM juga meminta agar pengukuran lahan yang dilakukan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWS SO) dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk ditunda.

Beka mengatakan pihaknya juga meminta Polda Jawa Tengah menarik aparat yang bertugas di Desa Wadas. Beka juga menuturkan perlu adanya sanksi kepada petugas yang terbukti melakukan kekerasan kepada warga.

Pihak Komnas HAM berkomitmen untuk memfasilitasi dialog terkait peristiwa di Desa Wadas. "Gubernur Jawa Tengah, BBWS Serayu Opak, dan pihak terkait menyiapkan alternatif-alternatif solusi terkait permasalahan penambangan batu andesit di Desa Wadas untuk disampaikan dalam dialog yang akan difasilitasi oleh Komnas HAM RI," bebernya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Beladiri, Jawa Tengah
wwwwww