Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
23 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
23 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
3
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
23 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
4
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
12 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
5
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Sepakbola
23 jam yang lalu
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
6
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Sepakbola
23 jam yang lalu
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Home  /  Berita  /  Nasional

Bukan Cuma Tukang Las, Segini Jumlah TKA di Proyek Kereta Cepat

Bukan Cuma Tukang Las, Segini Jumlah TKA di Proyek Kereta Cepat
Proyek kereta cepat. (foto: dok. ist./antara)
Jum'at, 11 Februari 2022 14:24 WIB
JAKARTA - Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) menjadi sorotan pasca ditemukannya tukang las dari China mengerjakan proyek tersebut. Ternyata, jumlah Tenaga Kerja Asing (TKA) China dalam proyek ini memang ribuan.

Detikfinance melansir, proyek ini membutuhkan 15.487 pekerja. 13.477 pekerja dari tenaga kerja lokal sementara 2.010 pekerja lainnya dari China.

PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menjelaskan, menggunakan jasa TKA China diperlukan mengingat proses pengerjaan rel kereta menggunakan teknologi yang belum bisa dilakukan oleh tenaga kerja lokal.

KCIC memyampaikan, untuk melengkapi rangkaian Electric Multiple Unit (EMU) terbaru dengan spesifikasi terbaik, rel 60 yang berstandar tinggi, tidak lengkap jika treatment terhadap rel tidak menggunakan standar terbaik.

Proses pengelasan rel KCJB dengan UN-200 ini berlangsung di fasilitas Welding Factory yang berada di Depo Tegalluar Track Laying Base KCJB. Dengan melakukan pengelasan di factory welding, mutu sambungan rel dapat lebih terkontrol.

"Jadi, cara kerja dari Flash-butt welding adalah dengan memanaskan kedua batang rel yang akan disambung dengan mesin UN-200. Setelah mencapai suhu yang dibutuhkan, kedua ujung barang rel tersebut disambung dengan tekanan tertentu hingga benar-benar menyatu dengan sempurna." Jelas KCIC lewat akun Twitter-nya, Jumat (11/02/2022).***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Sumber:detik
Kategori:Ekonomi, Nasional, DKI Jakarta
wwwwww