Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
9 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
9 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
11 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
11 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
11 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Ekonomi
6 jam yang lalu
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Pengamat Sebut Peluang Jenderal Andika jadi Capres 2024 Sangat Kecil

Pengamat Sebut Peluang Jenderal Andika jadi Capres 2024 Sangat Kecil
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa. (Foto: Istimewa)
Sabtu, 12 Februari 2022 11:03 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Dukungan terhadap Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa untuk menjadi calon presiden (Capres) di Pemilu 2024 semakin banyak berdatangan. Setelah Barisan Rakyat Andika Presiden Indonesia (Bara API), kini Relawan Andika Perkasa Jadi Capres di Pilpres 2024 juga mendeklarasikan mantan KSAD itu.

Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, menilai peluang Andika Perkasa menjadi Capres pada 2024 tetap ada asalkan dapat memenuhi tiga hal. Pertama, Andika dalam waktu dekat harus dapat meningkatkan elektabilitasnya. Hal itu diperlukan agar partai politik mau mengusungnya.

"Peluang Andika Perkasa menjadi Capres pada 2024 tetap ada asalkan dapat memenuhi tiga hal," kata Jamiluddin, Sabtu (12/2/2022).

Pertama, beber Jamiluddin, Andika dalam waktu dekat harus dapat meningkatkan elektabilitasnya. Hal itu diperlukan agar partai politik mau mengusungnya. Untuk meningkatkan elektabilitas, Andika dapat membuat gebrakan monumental.

"Misalnya dapat menyelesaikan konflik di Papua tanpa kekerasan. Bisa juga karena mampu meningkatkan moral prajurit seperti yang dilakukan M. Yusuf saat menjadi Panglima," kata mantan Dekan Fikom IISIP ini.

Kedua, Andika masuk partai politik setelah pensiun dari TNI. Partai yang dipilih juga sebaiknya yang punya kursi cukup banyak di Senayan agar dapat mengusungnya menjadi Capres.

Dan ketiga, Andika sejak sekarang rajin road show ke ormas dan partai politik. Road show ke ormas, menurut Jamiluddin diperlukan untuk menyuarakan kekuarangan dan kelayakannya menjadi capres. Sementara ke partai politik agar lebih terbuka menerimanya manakala dukungan ormas sangat kuat kepada Andika.

"Andika memang tidak mudah untuk melakukan tiga hal tersebut dalam waktu relatif singkat. Apalagi masa baktinya sebagai Panglima TNI, bila tidak diperpanjang, hanyalah satu tahun. Dengan waktu sesingkat itu, tampaknya tak banyak yang bisa dilakukan Andika," ujar Jamiluddin.

"Karena itu, peluang Andika menjadi capres tampaknya relatif kecil," imbuhnya menambahkan.***

wwwwww