Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
19 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
20 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
20 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
4
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
20 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
5
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
18 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
9 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  Beladiri

Polisi Usut Binomo Dulu Sebelum Pencemaran Nama Baik Indra Kenz

Polisi Usut Binomo Dulu Sebelum Pencemaran Nama Baik Indra Kenz
Indra Kenz. (Foto: Istimewa)
Sabtu, 12 Februari 2022 14:20 WIB

JAKARTA - Laporan dugaan pencemaran nama baik yang dibuat influencer Indra Kesuma alias Indra Kenz terhadap korban dugaan penipuan aplikasi Binomo ditarik ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.

Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto mengatakan bahwa perkara tersebut baru diusut jika Binomo dinyatakan bukan aplikasi investasi bodong berdasarkan proses penyidikan. "Kalau Binomo ternyata enggak benar sebagai produk investasi bodong, baru laporan pencemaran diproses," kata Agus saat dikonfirmasi, Jumat (11/2).

Sebelumnya Indra Kenz melaporkan salah satu korban aplikasi Binomo bernama Maru Nazara ke Polda Metro Jaya lantaran merasa nama baiknya dicemarkan. Agus lantas menjelaskan bahwa kasus pencemaran nama baik saat ini ditangani selaras dengan penanganan perkara dugaan penipuan via aplikasi Binomo. Ia menegaskan penyidik masih fokus menyelesaikan perkara dugaan penipuan terlebih dahulu.

"Saya arahkan Dirtipideksus untuk menarik penanganan ke Bareskrim sampai bisa dibuktikan bahwa pelapor benar menjadi korban investasi bodong Indra Kenz," jelas dia.

Diketahui, Indra Kenz melayangkan laporan ke Polda Metro Jaya lantaran dirinya kerap disandingkan dengan dugaan penipuan melalui aplikasi Binomo. Padahal, kata dia, aplikasi tersebut bukan sebuah perjudian.

Menurut dia, kerugian maupun keuntungan yang dialami oleh masyarakat selaku pengguna Binomo merupakan tanggung jawab dari masing-masing pihak. Terlebih, lanjutnya, siapa saja bisa mendaftar menjadi pengguna dari aplikasi trading tersebut.

"Semua orang bisa menggunakan, untung maupun rugi tanggung jawab masing-masing, tapi kan nama saya dirugikan di sini karena dianggap mempromosikan sesuatu yang berbau judi, padahal binary option tidak masuk kategori 303 sebenarnya bukan judi, cuma kan isu-isu yang beredar saya ini mempromosikan judi, itu kan tidak benar," kata Indra, Senin (7/12).

Bareskrim saat ini tengah menyelidiki aplikasi tersebut. Delapan korban yang melaporkan Indra telah diperiksa oleh penyidik pada Kamis (10/2) lalu. Mereka mengakui bahwa terpikat investasi melalui aplikasi Binomo lantaran dijanjikan keuntungan hingga 85 persen.

Selain itu, para korban juga diduga terpengaruh oleh konten-konten promosi yang dibuat oleh Indra Kenz melalui YouTube, Instagram dan Telegram yang mengatakan bahwa Binomo merupakan aplikasi legal dan resmi di Indonesia.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Beladiri, DKI Jakarta
wwwwww