Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
16 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
18 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
17 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
4
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
17 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
5
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
16 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
6
Madura United FC Boyong 23 Pemain Hadapi PSM
Sepakbola
16 jam yang lalu
Madura United FC Boyong 23 Pemain Hadapi PSM
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Pemerintah Prediksi Harga Tahu Tempe akan Naik

Pemerintah Prediksi Harga Tahu Tempe akan Naik
Ilustrasi produsen tahu tempe. (foto: ist./jawapos)
Sabtu, 12 Februari 2022 14:11 WIB
JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) memperkirakan harga tahu dan tempe di dalam negeri akan naik beberapa bulan ke depan, dampak naiknya harga kedelai global. Demikian disampaikan Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Oke Nurwan dalam konferensi pers secara virtual sebagaimana dikutip Sabtu (12/2/2022).

Di dalam negeri, kata Nurwan, produksi kedelai belum mencukupi kebutuhan bahan baku tahu dan tempe sehingga Indonesia masih bergantung pada impor kedelai.

"Memang pada saat ini karena Indonesia sangat besar tergantung dari kedelai impor. Produksi dalam negeri tak support sepenuhnya kebutuhan," kata Dia dikutip GoNEWS.co dari Jawapos di Jakarta.

Beberapa negara eksportir kedelai adalah Brasil dan Amerika Serikat. Kenaikan harga ini terjadi karena kenaikan inflasi dan menurunnya produksi petani kedelai.

"Belum lagi ada shortage tenaga kerja, kenaikan biaya lahan dan ketidakpastian cuaca di negara produsen yang sebabkan petani kedelai di Amerika naikkan harga," ujarnya.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Ekonomi, Voli, Nasional, DKI Jakarta
wwwwww