Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
11 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
11 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
12 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
13 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
12 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
19 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  SEA Games

Edy Rahmayadi: Isoman Sama Sekali Tidak Efektif Atasi Covid-19

Edy Rahmayadi: Isoman Sama Sekali Tidak Efektif Atasi Covid-19
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi. (Foto; Kompas)
Senin, 21 Februari 2022 13:20 WIB

MEDAN - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengatakan isolasi mandiri (isoman) sama sekali tak efektif untuk mengatasi penyebaran virus corona (Covid-19) di Sumatera Utara.

Berangkat dari keyakinan tersebut Edy menegaskan ke depan orang-orang yang terpapar Covid-19 akan dirawat di isolasi terpusat (isoter). "Data hari ini yang isoman itu sampai 14.500. Yang isoter itu hanya 400 orang. Jadi tempat isolasi-isolasi terpusat ini akan kita buka ke depannya. Jadi pelan-pelan kita tak berlakukan isoman. Karena isoman sama sekali tidak efektif," kata Edy Rahmayadi saat meninjau lokasi Isoter di Asrama Haji Medan, Senin (21/2).

Menurut Edy, isoman menyebabkan kemunculan klaster keluarga karena mau tak mau anggota keluarga yang berada di rumah ikut terpapar. "Dia terkena Covid, dia melakukan isoman, rupanya tak siap dia jadi satu dengan keluarga dan anaknya. Obat juga tak bisa terjangkau oleh dinkes, puskesmas, dan sebagainya sehingga sulit, terjadilah klaster-klaster keluarga. Sehingga membengkak lah kita saat ini," ujarnya

Untuk mengatasi lonjakan penyebaran virus Corona, Edy memastikan Pemprov Sumut bakal memberlakukan isolasi terpusat. Edy memerintahkan 33 kabupaten/kota di Sumut membuka tempat isolasi terpadu. "Untuk isoter yang dibuka oleh Pemprov, oleh satgas adalah untuk orang-orang yang perjalanan jauh dari 33 kabupaten/kota atau daerah lain di luar Sumut yang terjangkit, yang terpapar Covid dan kondisinya terkendali, penyakitnya ringan," ungkapnya.

Edy menambahkan pelan-pelan isoman akan ditiadakan setelah tempat isoter yang tersedia bertambah. Eks Pangkostrad itu juga meminta agar TNI dan Polri ikut mengawasi dan menyuplai informasi seputar covid.

"Siapkan ini semua dan pastikan rakyat kita bisa terkendali dan sehat. Karena yang terpapar Covid-19 saat ini di luar Jawa dan Bali sangat meningkat dan mengkawatirkan," paparnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:PON, Voli, SEA Games, DKI Jakarta, Sumatera Utara
wwwwww