Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
19 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
24 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
3
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
20 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
4
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
19 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
5
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
19 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Home  /  Berita  /  Ekonomi

OJK dan Pemerintah Godok Insentif Dukung Kendaraan Listrik

OJK dan Pemerintah Godok Insentif Dukung Kendaraan Listrik
Ilustrasi OJK. (foto: dok. antara)
Selasa, 22 Februari 2022 14:01 WIB
JAKARTA - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengungkapkan, saat ini OJK bersama pemerintah terus menggodok insentif apa saja yang bisa dikeluarkan untuk mendukung industri kendaraan listrik. Demikian disampaikan dalam Green Economy Outlook 2022, Selasa (22/2/2022).

Mengutip kumparan, salah satu target adalah memberikan insentif pajak maupun kredit bagi pabrik baterai sampai dealer.

"Ini bisa diperluas dengan industri hulu dan hilir, pabrik baterai tentu juga eligible mendapat insentif baik pajak maupun dari risk weighted asset, bisa saja kredit modal kerja para dealer-nya seperti penjualan bisa mendapat insentif, ini masih dalam penggodokan," tuturnya dikutip GoNEWS.co di Jakarta.

Di tahun 2021, kata Wimboh, sudah dimulai pemberian risk-weighted asset lebih rendah 25 persen untuk kredit kendaraan listrik berbasis baterai.

Kebijakan ini, diharap mempercepat produksi dan mempercepat masyarakat mendapatkan insentif, bahkan mestinya termasuk perpajakannya. "Sehingga kita harap semua kendaraan sudah berbasis ekonomi hijau, bukan lagi fossil fuel tetapi tenaga baterai.".***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Ekonomi, Nasional, DKI Jakarta
wwwwww