Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
12 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
12 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
23 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
12 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
12 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
6
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
12 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Pelajaran Berharga dari Filipina Jadi Modal Berburu Emas di Hanoi

Pelajaran Berharga dari Filipina Jadi Modal Berburu Emas di Hanoi
RM Ibnu Riza Pradipto (Foto: PN IESPA)
Kamis, 24 Februari 2022 20:11 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Tim Nasional (Timnas) Esports Indonesia hanya mampu merebut dua medali perak pada SEA Games XXX Filipina 2019. Kali ini, Pasukan Garuda mewujudkan impian berburu medali emas pada SEA Games XXXI yang akan digelar Hanoi, VIetnam, 12-23 Mei 2022.

"Manajemen Timnas Esports akan belajar dari pengalaman berharga di SEA Games Filipina 2019 untuk bisa mewujudkan impian berburu emas di SEA Games 2021 Hanoi," kata Ketua Pelatnas RM Ibnu Riza Pradipto yang didampingi Manajer Tim Nasional Erlangga Putra saat ditemui pada acara pengumuman atlet dan pelatih Esports yang dilakukan PB ESI di Jakarta, Kamis (24/2/2022).

Memang, kata Ibu Riza Pradipto, persaingan untuk berburu medali emas di Hanoi cukup berat terutama dari Singapura dan tuan rumah Vietnam yang berambisi menjadikan Esports sebagai salah satu cabang olahraga yang akan dijadikan tambang emas. Namun, Ibnu tetap punya keyakinan atlet Esports Indonesia yang sudah menembus ajang Asia dan Dunia bakal mampu bersaing.

"Kegagalan Timnas Esports Indonesia lebih disebabkan masalah non teknis yakni mental dan fisik. Mereka kan bisa bertanding membawa nama klub jadi ketika mendapat kepercayaan membawa nama Timnas langsung mentalnya terbebani. Dan, mereka juga tidak didukung fisik yang prima dalam menghadapi pertandingan yang panjang. Masalah mental dan fisik menjadi fokus utama dalam pelatnas nanti," jelas Ibnu Riza Pradipto yang saat itu menjabat sebagai Ketua Harian IESPA.

"Persaingan memang cukup ketat. Minimal satu medali emas dulu sebagai target awal dari 10 medali emas yang diperebutkan di Hanoi dan kalau ada peluang menambah harus dimanfaatkan dengan baik," tambahnya.

Menghadapi SEA Games Hanoi 2022, Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) telah memanggil 120 atlet dan 10 pelatih untuk mengikuti pelatnas Esports di Mega Mendung Ciawi, Bogor, Jawa Barat.

Ke-12 atlet tersebut diseleksi melalui empat jalur, yaitu jalur Pekan Olahraga Nasional (PON), jalur undangan, jalur Kejuaraan Nasional (Kejurnas), serta pilihan pelatih. Para atlet dan pelatih terpilih nantinya akan mengikuti pemeriksaan fisik dan mental terlebih dulu sebelum diikutsertakan dalam karantina untuk program pelatihan intensif yang mencakup kemampuan teknis, fisik, psikologi, mental, strategi, analisis, hingga nutrisi.

Program Pelatnas akan dibagi ke dalam 2 tahap. Tahap pertama akan beriangsung 1-10 Maret 2022. Fokus Pelatnas tahap pertama adalah untuk melatih dan menyeleksi seluruh anggota kontingen SEA Games 2021.

Adapun Pelatnas tahap kedua akan dilaksanakan dari 11 Maret hingga 30 April 2022 dan akan berfokus pada pelatihan para atlet yang dinyatakan terpilih untuk diberangkatkan ke SEA Games 2021 di Hanoi, Vietnam.

"Dari 12 atlet itu akan diseleksi secara ketat untuk mendapatkan 66 atlet terbaik yang bakal memperkuat Timnas Esports Indonesia," tandasnya.

Mengingat atlet pelatnas berasal dari atlet profesional dan amatir, Ketua Umum Pengurus Nasional Indonesia Esports Association (IESPA) ini memberikan kepercayaan penuh kepada 10 latih untuk membuat program dalam upaya memaksimalkan potensi yang ada. "Manajemen Timnas akan membebaskan pelatih untuk berkreasi dalam membuat program dalam upaya menghasilkan atlet terbaik," ungkapnya. ***

wwwwww