Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
17 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
17 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
17 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
17 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
17 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
17 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Kualifikasi FIBA World Cup 2023 Grup C Zona Asia

Cacing Bilang Andakara Cs Tetap Semangat Lawan Jordania

Cacing Bilang Andakara Cs Tetap Semangat Lawan Jordania
Timnas Bobalasket Indonesia (Foto: PP Perbasi)
Sabtu, 26 Februari 2022 13:23 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Usai melawan Arab Saudi di window II Kualifikasi FIBA World Cup 2023 Grup C Zona Asia, Timnas Bolabasket Indonesia langsung berangkat ke Jordania. Andakara Prastawa Cs ke sana dengan perjalanan udara. Perjalanan butuh waktu dua jam.

Migrasi ini membuat waktu istirahat para pemain menjadi sempit. Ini karena Sabtu (27/2/2022) sudah ditunggu Jordania di Prince Hamza, Amman.

"Para pemain langsung istirahat karena harus tes usap PCR begitu sampai (Amman). Jadi ada waktu 1 hari lebih untuk rest," ungkap Penasehat Tim Andi "Batam" Poedjakesuma.

Asisten Pelatih Timnas Bolabasket Indonesia Wahyu Widayat Jati mengatakan, waktu istirahat yang tersedia akan dimanfaatkan sebaik mungkin. Ini agar para pemain bisa mengeluarkan kemampuan terbaik di Prince Hamza nanti. Mengingat, duel tersebut penting untuk Pasukan Merah Putih. Kenapa?

"Karena pertandingan ini sekaligus untuk mengukur kekuatan kita untuk hadapi FIBA Asia Cup nanti. Jadi kami harus bermain lebih baik dari pertandingan melawan Arab Saudi," jelas Coach Cacing, sapaan karib Wahyu Widayat Jati.

Pada FIBA Asia Cup Juli nanti, Indonesia memang bakal ketemu lagi dengan Jordania. Ini karena Jordania juga berada di grup A dengan Indonesia. Di sana juga bercokol Arab Saudi dan Australia.

FIBA Asia Cup 2022 sangat penting bagi Indonesia karena bisa menjadi satu-satunya jalur tampil di FIBA World Cup tahun depan. Indonesia hanya bisa berharap dari jalur FIBA Asia untuk ke FIBA World Cup jika kesulitan bersaing di Kualifikasi FIBA World Cup 2023. Mengingat, sudah tiga kali timnas menelan kekalahan pada jalur kualifikasi ini.

Beruntung, kata Cacing, kekalahan terakhir yang diterima dari Arab Saudi tidak sampai merontokkan semangat tanding para pemain. Andakara Prastawa dkk tetap semangat. Mereka tetap optimis menatap pertandingan selanjutnya, melawan Jordania.

"Mental tidak ada masalah, walau kemarin performa kurang sesuai harapan. Untuk menjaga pemain tetap semangat, kami lakukan rutinitas yang biasa di lakukan di timnas," ujarnya.

Asisten Manajer Timnas Bolabasket Indonesia Ferri Jufry meyakini, Jordania akan kesulitan menjinakkan anak asuh Rojko Toroman jika para pemain bisa menjaga ritme seperti saat kuarter pertama melawan Arab Saudi. Permainan disiplin dengan stamina prima sempat merepotkan tuan rumah.

"Kita bisa berbuat banyak jika mampu pertahankan permainan seperti pada kuarter pertama saat melawan Arab ketika bertemu Jordania nanti, karena memang kekurangan kita saat ini adalah kebugaran pemain," ujarnya. ***

wwwwww