Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
14 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
15 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
16 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
16 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
16 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
23 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Satu Jari Indonesia soal Upaya 3 Periode: Ada yang 'Bermain-main' dengan Undang-Undang

Satu Jari Indonesia soal Upaya 3 Periode: Ada yang Bermain-main dengan Undang-Undang
Ilustrasi logo Satu Jari Indonesia. (gambar: ist. via idntimes)
Selasa, 01 Maret 2022 19:16 WIB
JAKARTA - Pendiri sekaligus Ketua Umum Satu Jari Indonesia Agung Mozin dalam suatu pernyataan yang dibaca Selasa (1/3/2022) menyatakan dugaan bahwa ada upaya elit untuk bermain-main dengan Undang-Undang guna melanggengkan kekuasaan.

Indikasinya, sebagaimana penuturan Agung yang dikutip GoNEWS.co di Jakarta, belakangan ini muncul wacana dari beberapa elit partai politik (Parpol) pendukung pemerintah agar Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 ditunda. Mereka berdalih penundaan Pemilu diperlukan demi menghemat anggaran di tengah pandemi Covid-19 yang berkepanjangan.

Baca Juga: Jumpa Jurnalis Cirebon, Syarief: Demokrat dan Rakyat Tolak Presiden 3 Periode

Baca Juga: Apdesi Nyatakan Sikap Dukung Presiden 3 Periode, Kok Tito Diam?

Padahal, menurut Agung, patut diduga bahwa wacana penundaan Pemilu itu sengaja digulirkan karena mereka tidak siap berkompetisi sesuai jadwal yang telah ditetapkan, yakni pada 14 Februari 2024.

Memang, kata Agung, dengan adanya ambang batas parlemen (parliamentary threshold) sebesar 4%, Satu Jari Indonesia memprediksi hanya akan ada beberapa Parpol saja yang lolos ke Senayan. "Perolehan suara parpol-parpol besar pun kemungkinan akan turun karena tergerus oleh banyaknya Parpol baru," ujar mantan anggota Partai Ummat itu.

Baca Juga: DPR Minta Kemendagri Sanksi Kepala Desa yang Dukung Jokowi 3 Periode

Baca Juga: Kades Dukung Jokowi 3 Periode, Depinas SOKSI: Bentuk Kegagalan Pembinaan dan Pengawasan Kemendagri

"Atas pertimbangan itu, mereka rela "bermain-main" dengan Undang-Undang," tukas Agung.

Potret-potret tersebut menurut Agung, menjadi tanda bahwa demokrasi di Indonesia bergeser ke demokrasi elit Parpol.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Metropolitan, Nasional, DKI Jakarta
wwwwww