Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
22 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
22 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
22 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
22 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
22 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
21 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Hasil Survei CSIIS: Bukan PKB, Warga NU di Pulau Jawa Lebih Pilih Gerindra

Hasil Survei CSIIS: Bukan PKB, Warga NU di Pulau Jawa Lebih Pilih Gerindra
Direktur Eksekutif CSIIS Moh Sholeh Basyari saat menyatakan Gerindra menjadi partai politik yang menjadi pilihan utama warga NU di Jakarta, Selasa (1/3/2022). (Foto: Istimewa)
Rabu, 02 Maret 2022 14:21 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Partai Gerindra menjadi jawara di kalangan pemilih warga Nahldatul Ulama (NU) atau Nahdliyyin.

Begitu temuan penelitian Center For Strategic on Islamic and International Studies (CSIIS) yang dirilil dalam "Outlook Partai Politik 2024 Pilihan Warga NU di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat".

"Keterpilihan Gerindra tertinggi dengan 17 persen, disusul PDIP 16 persen," ujar Direktur Eksekutif CSIIS Moh Sholeh Basyari dalam keterangannya, Selasa (1/3/2022).

Diposisi ketiga, kata Sholeh, ada Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang identik sebagai partainya orang NU, namun hanya mendapat elektabilitas 15 persen.

Berikutnya ada Partai Golkar (12,5 persen), Partai Demokrat (10 persen), Partai Nasdem (7 persen), Partai Persatuan Pembangunan 6 persen), dan Partai Keadilan Sejahtera (2,5 persen). "Sementara ada responden yang tidak menjawab 5 persen," kata Sholeh.

Survei dilakukan pada tanggal 25 Februari 2022 dengan melibatkan 1.200 responden yang diambil dari 100 pondok pesantren di Jatim, Jateng dan Jabar. Data diambil secara indepth interview, yakni responden tidak mengetahui sedang diwawancara dalam bentuk pertanyaan terbuka. Wawancara dilakukan setelah para jamaah selesai menunaikan sholat Jumat (exit prayer).***

wwwwww