Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
20 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
21 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
3
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
20 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
4
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
20 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
5
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Sepakbola
20 jam yang lalu
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
6
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Sepakbola
20 jam yang lalu
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Home  /  Berita  /  PON

Di Jepang, Para Siswi Dilarang Bergaya Rambut Ekor Kuda

Di Jepang, Para Siswi Dilarang Bergaya Rambut Ekor Kuda
Ilustrasi mode rambut buntut kuda. (foto: ist. via suara)
Jum'at, 11 Maret 2022 17:19 WIB
JAKARTA - Sekolah-sekolah Jepang melarang para siswi menerapkan mode rambut kunci kuda karena tengkuk mereka di anggap bisa membangkitkan gairah seksual siswa laki-laki. Demikian pemberitaan NY Post yang dibaca di Jakarta, Jumat (11/3/2022).

Data menyebut satu dari 10 sekolah melarang up-do atau sanggul pada 2020 lalu. Batasan ekspresi bagi siswi-siswi di Jepang tidak hanya soal gaya rambut, sekolah-sekolah juga melarang pengenaan pakaian dalam berwarna. Hanya pakaian dalam berwarna putih yang boleh dikenakan selama berada di sekolah.

Sekolah-sekolah juga memberlakukan pembatasan lebih lanjut seperti warna kaus kaki anak-anak, panjang rok dan bahkan bentuk alis mereka. Para siswi juga tak boleh mewarnai rambut mereka.

Orang tua dan siswa sama-sama sudah pernah menyatakan kemarahannya pada aturan berpakaian yang tidak masuk itu lalu pemerintah Jepang merevisi peraturan dewan pendidikan prefektur tapi tidak setiap sekolah mengikuti aturan tersebut.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:PON, Umum, Basket
wwwwww