Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
21 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
22 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
3
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
21 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
4
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
21 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
5
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Sepakbola
21 jam yang lalu
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
6
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Sepakbola
21 jam yang lalu
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Legislator Anggap Kelangkaan Minyak Goreng karena Miss-Management bukan Panic Buying

Legislator Anggap Kelangkaan Minyak Goreng karena Miss-Management bukan Panic Buying
Emak-emak antri beli minyak goreng Rp14 Ribu per liter. (foto: dok. ist./twitter/@txtfrombrand)
Jum'at, 11 Maret 2022 17:36 WIB
JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI Putu Supadma Rudana merespons analisa pemerintah bahwa kelangkaan minyak goreng dikarenakan adanya panic buying di masyarakat. Kepada wartawan di Jakarta, kemarin, Ia menyatakan, minyak goreng langka karena terjadi miss-management.

Dalam siaran parlemen yang dikutip GoNEWS.co, Jumat (11/3/2022), Supadma menyatakan, Kementerian Perdagangan (Kemendag) sebaiknya jangan ngeles (berkilah), kelangkaan minyak goreng ini karena adanya miss-management dari jumlah kebutuhan dengan jumlah ketersediaan.

Mengingat Ramadan akan tiba pada April mendatang, Supadma berharap, Kemendag bisa mengatasi persoalan kelangkaan minyak goreng saat ini.

Sebelumnya, Kemendag melalui Inspektur Jenderal Didid Noordiatmoko menyebut kelangkaan minyak goreng akibat ada masyarakat yang melakukan penimbunan minyak goreng karena adanya fenomena panic buying. Hal inilah yang sempat ramai diperbicangkan di media sosial karena faktanya stok di pasaran memang tidak ada. Namun Kemendag memastikan saat ini produksi minyak goreng sudah mendekati kebutuhan dalam negeri. Sehingga, kelangkaan minyak goreng seharusnya teratasi paling lambat pada akhir Maret 2022.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Ekonomi, Nasional, Kriminal, DKI Jakarta
wwwwww