Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
24 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
2
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
24 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
3
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
24 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
4
Demo Sumpah Pemuda di Jakarta, Massa SADAR Bawa Tuntutan Karhutla dan Tolak Oligarki
Umum
23 jam yang lalu
Demo Sumpah Pemuda di Jakarta, Massa SADAR Bawa Tuntutan Karhutla dan Tolak Oligarki
5
Riko Simanjuntak Minta Maaf Kepada Fans PSS Sleman
Sepakbola
22 jam yang lalu
Riko Simanjuntak Minta Maaf Kepada Fans PSS Sleman
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Luhut, Imin dan Zulhas Diminta Segera Taubat dan Minta Maaf ke Rakyat Indonesia

Luhut, Imin dan Zulhas Diminta Segera Taubat dan Minta Maaf ke Rakyat Indonesia
Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi. (Foto: Istimewa)
Senin, 14 Maret 2022 19:51 WIB
JAKARTA - Para Ketua Umum (Ketum) partai politik dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan disarankan untuk bertaubat dan meminta maaf kepada rakyat karena telah menyuarakan penundaan Pemilu 2024 maupun perpanjangan masa jabatan Presiden Joko Widodo.

Saran itu disampaikan oleh Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi merespons temuan dari lembaga Drone Emprit yang memperlihatkan hasil penelitian bahwa sebanyak 77 persen dari 56 tokoh di Indonesia menolak penundaan pemilu.

"Terkait data Drone Emprit, di mana 77 persen dari 56 tokoh Indonesia yang tolak tunda Pemilu, itu seharusnya sudah mewakili suara mayoritas yang tunda Pemilu dan tolak perpanjang masa jabatan presiden," ujar Muslim dilansir GoNews.co dari Kantor Berita Politik RMOL, Senin (14/3).

Sehingga kata Muslim, Luhut dan Ketum parpol yang mewacanakan penundaan Pemilu tersebut seperti Ketum PKB Muhaimin Iskandar dan Ketum PAN Zulkifli Hasan untuk segera bertaubat.

"Luhut dan partai pengusung yang wacanakan tunda pemilu dan perpanjang jabatan presiden segera bertobat dan minta maaf kepada rakyat Indonesia sebagai pemilik kedaulatan tertinggi," pungkas Muslim.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww